Lewati ke konten utama
Logo Memahami Aljabar Linear

Subbab 2.1 Vektor dan kombinasi linear

Salah satu fakta yang menarik adalah bahwa aljabar, yang membahas persamaan simbolis beserta solusinya, berkaitan erat dengan geometri. Sebagai contoh, himpunan solusi persamaan linear dengan dua peubah tak diketahui, seperti \(2x + y = 1\text{,}\) dapat direpresentasikan secara grafis oleh sebuah garis lurus. Bagian ini bertujuan memperdalam kaitan tersebut dengan memperkenalkan vektor, yang akan membantu kita menerapkan intuisi geometris ketika memikirkan sistem linear.

Subbagian 2.1.1 Vektor

Secara sederhana, vektor dapat dipandang sebagai matriks yang hanya memiliki satu kolom. Sebagai contoh, \(\vvec = \left[ \begin{array}{r} 2 \\ 1 \\ \end{array} \right]\) dan \(\wvec = \left[ \begin{array}{r} -3 \\ 1 \\ 0 \\ 2 \\ \end{array} \right]\) keduanya merupakan vektor. Entri-entri dalam suatu vektor disebut komponen vektor tersebut. Karena vektor \(\vvec\) memiliki dua komponen, kita menyebutnya vektor dua dimensi; demikian pula, vektor \(\wvec\) merupakan vektor empat dimensi.
Kita menyatakan himpunan semua vektor berdimensi \(m\) dengan \(\real^m\text{.}\) Oleh karena itu, jika \(\uvec\) merupakan vektor tiga dimensi, kita mengatakan bahwa \(\uvec\) berada dalam \(\real^3\text{.}\)
Meskipun vektor empat dimensi sulit divisualisasikan, kita dapat menggambar ilustrasi sederhana yang menggambarkan vektor dua dimensi \(\vvec\text{,}\) seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1.1.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Sebuah panah digambar untuk merepresentasikan vektor dua dimensi \(\vvec = \twovec21\text{.}\) Diagram tersebut memuat kisi koordinat \(1\times1\) dan sepasang sumbu berlabel. Panah yang merepresentasikan \(\vvec\) digambar mulai dari titik asal \((0,0)\text{,}\) lalu memanjang dua satuan secara horizontal dan satu satuan secara vertikal sehingga ujungnya berada di titik \((2,1)\text{.}\)
Gambar 2.1.1. Representasi grafis vektor \(\vvec = \twovec21\text{.}\)
Kita dapat memandang \(\vvec\) sebagai gambaran suatu lintasan pada bidang: kita bergerak dua satuan secara horizontal dan satu satuan secara vertikal. Meskipun lintasan itu dapat dimulai dari titik mana pun pada bidang, biasanya kita akan mulai dari titik asal. Dalam hal ini, kita tiba di titik \((2,1)\text{,}\) seperti ditunjukkan pada gambar.
Terdapat dua operasi aljabar sederhana yang sering kita lakukan pada vektor.
Perkalian Skalar
Kita mengalikan vektor \(\vvec\) dengan bilangan real \(c\) dengan mengalikan setiap komponen \(\vvec\) dengan \(c\text{.}\) Sebagai contoh,
\begin{equation*} -3\left[\begin{array}{r} 2 \\ -4 \\ 1 \\ \end{array}\right] = \left[\begin{array}{r} -6 \\ 12 \\ -3 \\ \end{array}\right]. \end{equation*}
Kita akan sering menyebut bilangan real, seperti -3 dalam contoh ini, sebagai skalar untuk membedakannya dari vektor.
Penjumlahan Vektor
Kita menjumlahkan dua vektor yang berdimensi sama dengan menjumlahkan komponen-komponennya. Sebagai contoh,
\begin{equation*} \left[\begin{array}{r} 2 \\ -4 \\ 3 \\ \end{array}\right] + \left[\begin{array}{r} -5 \\ 6 \\ -3 \\ \end{array}\right] = \left[\begin{array}{r} -3 \\ 2 \\ 0 \\ \end{array}\right]. \end{equation*}

Aktivitas Pratinjau 2.1.1. Perkalian Skalar dan Penjumlahan Vektor.

Misalkan
\begin{equation*} \vvec = \left[\begin{array}{r} 3 \\ 1 \end{array} \right], \wvec = \left[\begin{array}{r} -1 \\ 2 \end{array} \right]. \end{equation*}
(a)
Tentukan bentuk vektor-vektor
\begin{equation*} \begin{array}{cccc} \vvec, \amp 2\vvec, \amp -\vvec, \amp -2\vvec, \\ \wvec, \amp 2\wvec, \amp -\wvec, \amp -2\wvec\text{.} \\ \end{array} \end{equation*}
dan gambarkan vektor-vektor tersebut dengan menggunakan Gambar 2.1.2.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Kisi koordinat dan sumbu dengan koordinat horizontal dan vertikal yang berkisar dari -6 hingga 6. Tidak terdapat unsur lain karena pembaca diminta menggambar delapan vektor.
Gambar 2.1.2. Gambarkan vektor-vektor pada kisi ini.
(b)
Apa pengaruh geometris perkalian skalar terhadap suatu vektor? Jelaskan pula pengaruh perkalian dengan skalar negatif.
(c)
Gambarkan vektor-vektor \(\vvec, \wvec, \vvec + \wvec\) dengan menggunakan Gambar 2.1.3.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Kisi koordinat dan sumbu dengan koordinat horizontal dan vertikal yang berkisar dari -6 hingga 6. Tidak terdapat unsur lain karena pembaca diminta menggambar vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) beserta jumlahnya, \(\vvec+\wvec\text{.}\)
Gambar 2.1.3. Gambarkan vektor-vektor pada kisi ini.
(d)
Tinjau vektor-vektor yang berbentuk \(\vvec + c\wvec\text{,}\) dengan \(c\) sembarang skalar. Gambarkan beberapa vektor tersebut, misalnya ketika \(c = -2, -1, 0, 1, \) dan \(2\text{.}\) Berikan deskripsi geometris untuk himpunan vektor ini.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Kisi koordinat dan sumbu dengan koordinat horizontal dan vertikal yang berkisar dari -6 hingga 6. Tidak terdapat unsur lain karena pembaca diminta menggambar vektor-vektor berbentuk \(\vvec+c\wvec\) ketika skalar \(c\) mengambil lima nilai yang berbeda.
Gambar 2.1.4. Gambarkan vektor-vektor pada kisi ini.
(e)
Jika \(c\) dan \(d\) merupakan dua skalar, maka vektor
\begin{equation*} c \vvec + d \wvec \end{equation*}
disebut kombinasi linear dari vektor-vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\) Tentukan vektor yang merupakan kombinasi linear ketika \(c = -2\) dan \(d = 1\text{.}\)
(f)
Dapatkah vektor \(\left[\begin{array}{r} -31 \\ 37 \end{array}\right]\) direpresentasikan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{?}\) Dengan kata lain, dapatkah kita menemukan skalar \(c\) dan \(d\) sedemikian sehingga \(c\vvec+d\wvec = \twovec{-31}{37}\text{?}\)
Aktivitas pratinjau memperlihatkan bagaimana kita dapat menafsirkan perkalian skalar dan penjumlahan vektor secara geometris.
Pertama, kita melihat bahwa perkalian skalar menyebabkan suatu vektor meregang atau memendek. Perkalian dengan skalar negatif mengubah arah vektor. Dalam kedua kasus tersebut, Gambar 2.1.5 memperlihatkan bahwa kelipatan skalar vektor \(\vvec\) terletak pada garis yang sama dengan garis yang ditentukan oleh \(\vvec\text{.}\)
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Vektor \(\vvec=\twovec21\) direpresentasikan secara grafis bersama kelipatan skalarnya, yaitu \(2\vvec\text{,}\) \(-\vvec\text{,}\) dan \(-2\vvec\text{.}\) Vektor-vektor tersebut terletak pada garis yang sama, yang juga digambarkan memanjang tanpa batas ke kedua arah.
Gambar 2.1.5. Kelipatan skalar vektor \(\vvec=\twovec21\text{.}\)
Untuk merepresentasikan jumlah \(\vvec + \wvec\text{,}\) bayangkan kita berjalan dari titik asal dengan perubahan horizontal dan vertikal yang diberikan oleh \(\vvec\text{.}\) Dari sana, kita melanjutkan lintasan dengan perubahan horizontal dan vertikal yang ditentukan oleh \(\wvec\text{,}\) lalu tiba pada jumlah \(\vvec + \wvec\text{.}\) Hal ini diperlihatkan di sebelah kiri Gambar 2.1.6, tempat pangkal \(\wvec\) diletakkan pada ujung \(\vvec\text{.}\)
Vektor \(\vvec\) digambar mulai dari titik asal, lalu vektor kedua \(\wvec\) digambar mulai dari ujung \(\vvec\text{.}\) Selanjutnya, jumlah vektor \(\vvec+\wvec\) digambar dari titik asal hingga ujung \(\wvec\text{.}\)
Dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) diperlihatkan membentuk sebuah jajar genjang.
Separuh jajar genjang tersebut dibentuk dengan sebuah panah yang bermula di titik asal dan merepresentasikan \(\vvec\text{.}\) Dari ujung \(\vvec\text{,}\) ditampilkan panah kedua yang merepresentasikan \(\wvec\text{.}\)
Separuh lainnya dibentuk dengan sebuah panah yang bermula di titik asal dan merepresentasikan \(\wvec\text{.}\) Dari ujung vektor ini, ditampilkan panah lain yang merepresentasikan \(\vvec\text{.}\)
Sepasang sisi berhadapan pada jajar genjang tersebut merepresentasikan \(\vvec\text{,}\) sedangkan pasangan sisi berhadapan lainnya merepresentasikan \(\wvec\text{.}\)
Jumlah vektor \(\vvec+\wvec\) ditampilkan sebagai panah yang bermula di titik asal dan berujung di sudut jajar genjang yang berseberangan.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Gambar 2.1.6. Penjumlahan vektor sebagai lintasan sederhana pada bidang diperlihatkan di sebelah kiri. Jumlah vektor direpresentasikan sebagai diagonal jajar genjang di sebelah kanan.
Sebagai cara lain, kita dapat membentuk jajar genjang dengan \(\vvec\) dan \(\wvec\) sebagai dua sisinya. Jumlah kedua vektor tersebut kemudian menjadi diagonal jajar genjang, seperti diperlihatkan di sebelah kanan Gambar 2.1.6.
Kita telah melihat bahwa himpunan vektor berbentuk \(c\vvec\) merupakan sebuah garis. Untuk membentuk himpunan vektor \(c\vvec+\wvec\text{,}\) kita dapat mulai dengan vektor \(\wvec\) lalu menambahkan kelipatan-kelipatan \(\vvec\text{.}\) Secara geometris, ini berarti kita mulai dari ujung \(\wvec\) dan bergerak ke arah yang sejajar dengan \(\vvec\text{.}\) Akibatnya, garis \(c\vvec\) ditranslasikan oleh vektor \(\wvec\text{,}\) seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1.7.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) diperlihatkan, keduanya bermula di titik asal. Garis yang ditentukan oleh \(\vvec\) juga diperlihatkan memanjang tanpa batas ke kedua arah, sedangkan garis tak berhingga kedua yang sejajar dengan \(\vvec\) digambar melalui ujung \(\wvec\text{.}\) Vektor-vektor \(c\vvec+\wvec\) untuk skalar \(c=-2,-1,0,1,2\) diperlihatkan bermula di titik asal, dengan ujung-ujungnya terletak pada garis kedua yang sejajar dengan \(\vvec\text{.}\)
Gambar 2.1.7. Himpunan vektor \(c\vvec + \wvec\) membentuk sebuah garis.
Terkadang, akan berguna jika kita memandang vektor dan titik secara bergantian. Artinya, kita dapat memandang vektor \(\left[\begin{array}{r} 2 \\ 1 \end{array}\right]\) sebagai deskripsi titik \((2,1)\text{,}\) dan sebaliknya. Ketika kita mengatakan bahwa vektor-vektor berbentuk \(c\vvec + \wvec\) membentuk sebuah garis, yang kita maksud sebenarnya adalah bahwa ujung semua vektor tersebut terletak pada garis yang melalui \(\wvec\) dan sejajar dengan \(\vvec\text{.}\)

Pengamatan 2.1.8.

Meskipun operasi-operasi vektor ini masih baru bagi kita, beberapa sifat yang sudah dikenal dapat diperiksa dengan mudah.
Komutativitas
\(\vvec + \wvec = \wvec + \vvec\text{.}\)
Distributivitas
\(a(\vvec + \wvec) = a\vvec + a\wvec\text{.}\)
Sage dapat melakukan perkalian skalar dan penjumlahan vektor. Kita mendefinisikan vektor dengan perintah vector; selanjutnya, * dan + masing-masing menyatakan perkalian skalar dan penjumlahan vektor.

Subbagian 2.1.2 Kombinasi linear

Kombinasi linear, yang telah kita jumpai dalam aktivitas pratinjau, menghubungkan vektor dengan sistem linear. Secara khusus, kombinasi linear akan membantu kita menerapkan intuisi geometris pada masalah-masalah yang melibatkan sistem linear.

Definisi 2.1.9.

Kombinasi linear dari vektor-vektor \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\) dengan skalar \(c_1,c_2,\ldots,c_n\) adalah vektor
\begin{equation*} c_1\vvec_1 + c_2\vvec_2 + \ldots + c_n\vvec_n\text{.} \end{equation*}
Skalar \(c_1,c_2,\ldots,c_n\) disebut bobot kombinasi linear tersebut.

Kegiatan 2.1.2.

Dalam aktivitas ini, kita akan menelaah kombinasi linear dari sepasang vektor, \(\vvec = \left[\begin{array}{r} 2 \\ 1 \end{array}\right]\) dan \(\wvec = \left[\begin{array}{r} 1 \\ 2 \end{array}\right] \text{.}\)
Pada latar diagram interaktif ini terdapat kisi koordinat dan sepasang sumbu berlabel. Dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) juga diperlihatkan, keduanya bermula di titik asal. Selain itu, terdapat sekumpulan garis yang masing-masing sejajar dengan \(\vvec\) dan melalui kelipatan bulat \(\wvec\text{.}\) Dengan cara yang sama, terdapat sekumpulan garis kedua yang masing-masing sejajar dengan \(\wvec\) dan melalui kelipatan bulat \(\vvec\text{.}\) Kedua kumpulan garis sejajar tersebut membentuk kisi koordinat miring.
Di bagian atas diagram terdapat dua penggeser yang dapat digunakan untuk mengubah dua parameter berlabel \(c\) dan \(d\text{.}\) Ketika salah satu parameter diubah, vektor \(c\vvec+d\wvec\) tampak bergerak sejajar dengan salah satu kumpulan garis pada kisi miring tersebut.
Petunjuk.
Diagram di bawah ini dapat digunakan untuk membentuk kombinasi linear yang bobotnya, \(c\) dan \(d\text{,}\) dapat diubah dengan penggeser di bagian atas. Vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) ditampilkan sebagai garis luar, sedangkan kombinasi linear
\begin{equation*} c\vvec + d\wvec \end{equation*}
diarsir merah.
Gambar 2.1.10. Kombinasi linear dari vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
  1. Bobot \(d\) mula-mula ditetapkan sama dengan 0. Jelaskan apa yang terjadi ketika Anda mengubah \(c\) sambil mempertahankan \(d=0\text{.}\) Bagaimana kaitannya dengan perkalian skalar?
  2. Apa kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\) ketika \(c = 1\) dan \(d=-2\text{?}\) Anda dapat memperoleh hasilnya dengan menggunakan diagram, tetapi Anda juga perlu memverifikasinya dengan menghitung kombinasi linear tersebut.
  3. Deskripsikan vektor-vektor yang muncul ketika bobot \(d\) ditetapkan sama dengan 1 dan \(c\) diubah-ubah. Bagaimana kaitannya dengan penelusuran kita dalam aktivitas pratinjau?
  4. Dapatkah vektor \(\left[\begin{array}{r} 0 \\ 0 \end{array} \right]\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{?}\) Jika dapat, berapakah bobot \(c\) dan \(d\text{?}\)
  5. Dapatkah vektor \(\left[\begin{array}{r} 3 \\ 0 \end{array} \right]\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{?}\) Jika dapat, berapakah bobot \(c\) dan \(d\text{?}\)
  6. Verifikasi hasil dari bagian sebelumnya dengan mencari secara aljabar bobot \(c\) dan \(d\) yang membentuk kombinasi linear \(\left[\begin{array}{r} 3 \\ 0 \end{array} \right]\text{.}\)
  7. Dapatkah vektor \(\left[\begin{array}{r} 1.3 \\ -1.7 \end{array} \right]\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{?}\) Bagaimana dengan vektor \(\left[\begin{array}{r} 15.2 \\ 7.1 \end{array} \right]\text{?}\)
  8. Adakah vektor dua dimensi yang tidak dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{?}\)
Aktivitas ini menggambarkan bagaimana kombinasi linear dibentuk secara geometris: kombinasi linear \(c\vvec + d\wvec\) diperoleh dengan menempuh arah \(\vvec\) sebanyak \(c\) kali, lalu menempuh arah \(\wvec\) sebanyak \(d\) kali. Ketika salah satu bobot dipertahankan tetap sedangkan bobot lainnya berubah, vektor tersebut bergerak sepanjang sebuah garis.

Contoh 2.1.11.

Aktivitas sebelumnya juga menunjukkan bahwa pertanyaan tentang kombinasi linear secara alami mengarah pada sistem linear. Misalkan kita memiliki vektor \(\vvec = \twovec3{-1}\) dan \(\wvec=\twovec43\text{.}\) Mari kita tentukan apakah vektor \(\bvec=\twovec{-11}{-18}\) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\) Dengan kata lain, kita ingin mengetahui apakah terdapat bobot \(c\) dan \(d\) sedemikian sehingga
\begin{equation*} c\vvec + d\wvec= \bvec. \end{equation*}
Hal ini menghasilkan persamaan-persamaan
\begin{equation*} \begin{aligned} c\twovec3{-1} + d\twovec43 \amp = \twovec{-11}{-18} \\ \\ \twovec{3c}{-c} + \twovec{4d}{3d} \amp = \twovec{-11}{-18} \\ \\ \twovec{3c+4d}{-c+3d} \amp = \twovec{-11}{-18} \\ \\ \end{aligned} \end{equation*}
Dengan menyamakan komponen-komponen vektor pada kedua ruas persamaan, kita memperoleh sistem linear
\begin{equation*} \begin{alignedat}{3} 3c \amp {}+{} \amp 4d \amp {}={} \amp -11 \\ -c \amp {}+{} \amp 3d \amp {}={} \amp -18 \\ \end{alignedat} \end{equation*}
Artinya, \(\bvec\) merupakan kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\) jika sistem linear ini konsisten.
Untuk menyelesaikan sistem linear ini, kita membentuk matriks diperbesar yang bersesuaian dan mencari bentuk eselon baris tereduksinya,
\begin{equation*} \left[ \begin{array}{rr|r} 3 \amp 4 \amp -11 \\ -1 \amp 3 \amp -18 \end{array} \right] \sim \left[ \begin{array}{rr|r} 1 \amp 0 \amp 3 \\ 0 \amp 1 \amp -5 \end{array} \right], \end{equation*}
sehingga diperoleh bobot \(c=3\) dan \(d=-5\text{;}\) yaitu,
\begin{equation*} 3\vvec -5 \wvec = \bvec\text{.} \end{equation*}
Bahkan, kita mengetahui lebih banyak karena matriks eselon baris tereduksi tersebut menunjukkan bahwa hanya bobot-bobot inilah yang mungkin. Oleh karena itu, \(\bvec\) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\) dengan tepat satu cara.
Contoh ini memperlihatkan kaitan antara kombinasi linear dan sistem linear. Menanyakan apakah suatu vektor \(\bvec\) merupakan kombinasi linear dari vektor-vektor \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\) ekuivalen dengan menanyakan apakah sistem linear yang terkait konsisten.
Sebenarnya, kita dapat dengan mudah mendeskripsikan sistem linear yang terkait menggunakan vektor \(\vvec\text{,}\) \(\wvec\text{,}\) dan \(\bvec\text{.}\) Perhatikan bahwa matriks diperbesar yang kita peroleh dalam contoh tersebut adalah \(\left[ \begin{array}{rr|r} 3 \amp 4 \amp -11 \\ -1 \amp 3 \amp -18 \end{array} \right].\) Dua kolom pertama matriks ini adalah \(\vvec\) dan \(\wvec\text{,}\) sedangkan kolom paling kanannya adalah \(\bvec\text{.}\) Sebagai notasi ringkas, kita akan menuliskan matriks diperbesar ini dengan mengganti kolom-kolom tersebut oleh representasi vektornya:
\begin{equation*} \left[ \begin{array}{rr|r} \vvec \amp \wvec \amp \bvec \end{array} \right]\text{.} \end{equation*}
Fakta ini berlaku secara umum sehingga kita mencatatnya dalam proposisi berikut.
Aktivitas berikut menerapkan proposisi ini.

Kegiatan 2.1.3. Kombinasi linear dan sistem linear.

  1. Diberikan vektor-vektor
    \begin{equation*} \vvec_1 = \left[\begin{array}{r} 4 \\ 0 \\ 2 \\ 1 \end{array} \right], \vvec_2 = \left[\begin{array}{r} 1 \\ -3 \\ 3 \\ 1 \end{array} \right], \vvec_3 = \left[\begin{array}{r} -2 \\ 1 \\ 1 \\ 0 \end{array} \right], \bvec = \left[\begin{array}{r} 0 \\ 1 \\ 2 \\ -2 \end{array} \right]\text{,} \end{equation*}
    dapatkah \(\bvec\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\) Nyatakan kembali pertanyaan ini dengan menuliskan sistem linear untuk bobot \(c_1\text{,}\) \(c_2\text{,}\) dan \(c_3\text{,}\) lalu gunakan sel Sage di bawah ini untuk menjawabnya.
  2. Tinjau sistem linear berikut.
    \begin{equation*} \begin{alignedat}{4} 3x_1 \amp {}+{} \amp 2x_2 \amp {}-{} x_3 \amp {}={} \amp 4 \\ x_1 \amp \amp \amp {}+{} 2x_3 \amp {}={} \amp 0 \\ -x_1 \amp {}-{} \amp x_2 \amp {}+{} 3x_3 \amp {}={} \amp 1 \\ \end{alignedat} \end{equation*}
    Tentukan vektor \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) \(\vvec_3\text{,}\) dan \(\bvec\) sedemikian sehingga pertanyaan "Apakah sistem linear ini konsisten?" ekuivalen dengan pertanyaan "Dapatkah \(\bvec\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\)"
  3. Tinjau vektor-vektor
    \begin{equation*} \vvec_1 = \left[\begin{array}{r} 0 \\ -2 \\ 1 \\ \end{array} \right], \vvec_2 = \left[\begin{array}{r} 1 \\ 1 \\ -1 \\ \end{array} \right], \vvec_3 = \left[\begin{array}{r} 2 \\ 0 \\ -1 \\ \end{array} \right], \bvec = \left[\begin{array}{r} -1 \\ 3 \\ -1 \\ \end{array} \right]\text{.} \end{equation*}
    Dapatkah \(\bvec\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\) Jika dapat, dapatkah \(\bvec\) ditulis sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor tersebut dengan lebih dari satu cara?
  4. Dengan meninjau vektor \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\) dari bagian sebelumnya, dapatkah kita menulis setiap vektor tiga dimensi \(\bvec\) sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor tersebut? Jelaskan bagaimana posisi pivot matriks \(\left[\begin{array}{rrr} \vvec_1 \amp \vvec_2 \amp \vvec_3 \end{array} \right]\) membantu menjawab pertanyaan ini.
  5. Sekarang tinjau vektor-vektor
    \begin{equation*} \vvec_1 = \left[\begin{array}{r} 0 \\ -2 \\ 1 \\ \end{array} \right], \vvec_2 = \left[\begin{array}{r} 1 \\ 1 \\ -1 \\ \end{array} \right], \vvec_3 = \left[\begin{array}{r} 1 \\ -1 \\ -2 \\ \end{array} \right], \bvec = \left[\begin{array}{r} 0 \\ 8 \\ -4 \\ \end{array} \right]\text{.} \end{equation*}
    Dapatkah \(\bvec\) dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\) Jika dapat, dapatkah \(\bvec\) ditulis sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor tersebut dengan lebih dari satu cara?
  6. Dengan meninjau vektor \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\) dari bagian sebelumnya, dapatkah kita menulis setiap vektor tiga dimensi \(\bvec\) sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor tersebut? Jelaskan bagaimana posisi pivot matriks \(\left[\begin{array}{rrr} \vvec_1 \amp \vvec_2 \amp \vvec_3 \end{array} \right]\) membantu menjawab pertanyaan ini.

Contoh 2.1.13.

Tinjau vektor \(\vvec=\twovec{-1}1\) dan \(\wvec=\twovec{2}{-2}\text{,}\) seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1.14.
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Dua vektor, \(\vvec=\twovec{-1}1\) dan \(\wvec=\twovec2{-2}\text{,}\) direpresentasikan oleh panah yang bermula di titik asal. Panah-panah ini terletak pada garis yang sama, dan garis tersebut juga diperlihatkan memanjang tanpa batas ke kedua arah.
Gambar 2.1.14. Vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
Vektor-vektor ini tampak terletak pada garis yang sama, suatu fakta yang menjadi jelas setelah kita memperhatikan bahwa \(\wvec = -2\vvec\text{.}\) Secara intuitif, kita memandang kombinasi linear
\begin{equation*} c\vvec + d\wvec \end{equation*}
sebagai hasil bergerak \(c\) kali ke arah \(\vvec\) dan \(d\) kali ke arah \(\wvec\text{.}\) Dengan kedua vektor ini, kita selalu bergerak sepanjang garis yang sama sehingga setiap kombinasi linearnya semestinya terletak pada garis itu. Selain itu, suatu vektor yang tidak berada pada garis tersebut, misalnya \(\bvec = \twovec30\text{,}\) semestinya tidak dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
Kita dapat memverifikasi hal ini dengan memeriksa
\begin{equation*} \left[ \begin{array}{rr|r} -1 \amp 2 \amp 3 \\ 1 \amp -2 \amp 0 \\ \end{array} \right] \sim \left[ \begin{array}{rr|r} 1 \amp -2 \amp 0 \\ 0 \amp 0 \amp 1 \\ \end{array} \right]. \end{equation*}
Hal ini menunjukkan bahwa sistem linear yang terkait tidak konsisten, yang berarti vektor \(\bvec=\twovec30\) tidak dapat ditulis sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
Perhatikan bahwa bentuk eselon baris tereduksi dari matriks koefisien
\begin{equation*} \begin{bmatrix} \vvec \amp \wvec \\ \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} -1 \amp 2 \\ 1 \amp -2 \\ \end{bmatrix} \sim \begin{bmatrix} 1 \amp -2 \\ 0 \amp 0 \\ \end{bmatrix} \end{equation*}
membuat kita menduga hasil ini. Karena tidak terdapat posisi pivot pada baris kedua matriks koefisien \(\begin{bmatrix}\vvec \amp \wvec \end{bmatrix}\text{,}\) posisi pivot mungkin muncul pada kolom paling kanan matriks diperbesar
\begin{equation*} \left[ \begin{array}{rr|r} \vvec \amp \wvec \amp \bvec \end{array} \right] \end{equation*}
untuk pilihan \(\bvec\) tertentu.

Subbagian 2.1.3 Ringkasan

Bagian ini telah memperkenalkan vektor, kombinasi linear, dan kaitan keduanya dengan sistem linear.
  • Terdapat dua operasi yang dapat kita lakukan pada vektor: perkalian skalar dan penjumlahan vektor. Kedua operasi ini memiliki makna geometris.
  • Diberikan suatu himpunan vektor dan suatu himpunan skalar yang kita sebut bobot, kita dapat membentuk kombinasi linear dengan menggunakan perkalian skalar dan penjumlahan vektor.
  • Suatu solusi sistem linear yang matriks diperbesarnya adalah
    \begin{equation*} \left[\begin{array}{rrrr|r} \vvec_1 \amp \vvec_2 \amp \ldots \amp \vvec_n \amp \bvec \end{array}\right] \end{equation*}
    merupakan sekumpulan bobot yang menyatakan \(\bvec\) sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\text{.}\)

Latihan 2.1.4 Latihan

1.

Perhatikan vektor-vektor
\begin{equation*} \vvec = \left[\begin{array}{r} 1 \\ -1 \end{array}\right], \wvec = \left[\begin{array}{r} 3 \\ 1 \end{array}\right] \end{equation*}
  1. Buatlah sketsa vektor-vektor ini di bawah.
    Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
    Tombol Tindakan
    Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
    B Aktifkan penjelajahan dengan menu
    Escape Keluar dari mode penjelajahan
    Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
    Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
    Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
    Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
    X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
    W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
    Spasi Ulangi keluaran suara
    M Aktifkan pembesaran bertahap
    Koma Aktifkan pembesaran langsung
    N Nonaktifkan pembesaran
    Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
    C Gilir pengaturan kontras
    T Gunakan warna monokrom
    L Ganti bahasa jika tersedia
    K Hentikan suara saat ini
    Y Hentikan keluaran suara
    O Mulai atau hentikan sonifikasi
    P Ulangi keluaran sonifikasi
    Kisi koordinat dan sumbu dengan koordinat horizontal dan vertikal yang berkisar dari -6 hingga 6. Tidak terdapat fitur lain karena pembaca diminta membuat sketsa sekumpulan vektor.
    Gambar 2.1.15. Kisi koordinat dan sumbu untuk membuat sketsa vektor.
  2. Hitunglah vektor-vektor \(-3\vvec\text{,}\) \(2\wvec\text{,}\) \(\vvec + \wvec\text{,}\) dan \(\vvec - \wvec\text{,}\) lalu tambahkan vektor-vektor tersebut ke sketsa di atas.
  3. Buatlah sketsa di bawah untuk himpunan vektor yang berbentuk \(2\vvec + c\wvec\text{,}\) dengan \(c\) sembarang skalar.
    Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
    Tombol Tindakan
    Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
    B Aktifkan penjelajahan dengan menu
    Escape Keluar dari mode penjelajahan
    Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
    Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
    Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
    Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
    X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
    W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
    Spasi Ulangi keluaran suara
    M Aktifkan pembesaran bertahap
    Koma Aktifkan pembesaran langsung
    N Nonaktifkan pembesaran
    Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
    C Gilir pengaturan kontras
    T Gunakan warna monokrom
    L Ganti bahasa jika tersedia
    K Hentikan suara saat ini
    Y Hentikan keluaran suara
    O Mulai atau hentikan sonifikasi
    P Ulangi keluaran sonifikasi
    Kisi koordinat dan sumbu dengan koordinat horizontal dan vertikal yang berkisar dari -6 hingga 6. Tidak terdapat fitur lain karena pembaca diminta membuat sketsa sekumpulan vektor.
    Gambar 2.1.16. Kisi koordinat dan sumbu untuk membuat sketsa vektor.
  4. Buatlah sketsa garis \(y=3x - 2\) di bawah. Kemudian, tentukan dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) sedemikian sehingga garis ini dideskripsikan oleh \(\vvec + c\wvec\text{.}\) Apakah terdapat pilihan lain untuk vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{?}\)
    Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
    Tombol Tindakan
    Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
    B Aktifkan penjelajahan dengan menu
    Escape Keluar dari mode penjelajahan
    Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
    Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
    Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
    Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
    X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
    W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
    Spasi Ulangi keluaran suara
    M Aktifkan pembesaran bertahap
    Koma Aktifkan pembesaran langsung
    N Nonaktifkan pembesaran
    Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
    C Gilir pengaturan kontras
    T Gunakan warna monokrom
    L Ganti bahasa jika tersedia
    K Hentikan suara saat ini
    Y Hentikan keluaran suara
    O Mulai atau hentikan sonifikasi
    P Ulangi keluaran sonifikasi
    Kisi koordinat dan sumbu dengan koordinat horizontal dan vertikal yang berkisar dari -6 hingga 6. Tidak terdapat fitur lain karena pembaca diminta membuat sketsa sekumpulan vektor.
    Gambar 2.1.17. Kisi koordinat dan sumbu untuk membuat sketsa vektor.

2.

Di bawah ini ditampilkan dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\) ditampilkan sebagai anak panah yang berpangkal di titik asal. Kisi miring yang ditentukan oleh keduanya juga ditampilkan. Kisi ini terdiri atas dua kelompok garis sejajar. Kelompok pertama sejajar dengan \(\vvec\) dan melalui kelipatan bilangan bulat dari \(\wvec\text{.}\) Kelompok lainnya terdiri atas garis-garis yang sejajar dengan \(\wvec\) dan melalui kelipatan bilangan bulat dari \(\vvec\text{.}\)
Terdapat pula tujuh titik berlabel \(p\text{,}\) \(q\text{,}\) \(r\text{,}\) \(s\text{,}\) \(t\text{,}\) \(u\text{,}\) dan \(v\) pada berbagai lokasi di garis-garis kisi tersebut.
Gambar 2.1.18. Dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
  1. Nyatakan titik-titik berlabel sebagai kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
  2. Buatlah sketsa garis yang dideskripsikan secara parametrik sebagai \(-2\vvec + c\wvec\text{.}\)

3.

Perhatikan vektor-vektor
\begin{equation*} \vvec_1 = \left[\begin{array}{r} 2 \\ 1 \end{array} \right], \vvec_2 = \left[\begin{array}{r} -1 \\ 1 \end{array} \right], \vvec_3 = \left[\begin{array}{r} -2 \\ 0 \end{array} \right] \end{equation*}
  1. Tentukan kombinasi linear dengan bobot \(c_1 = 2\text{,}\) \(c_2=-3\text{,}\) dan \(c_3=1\text{.}\)
  2. Dapatkah Anda menyatakan vektor \({\mathbf 0} = \left[\begin{array}{r} 0 \\ 0 \end{array}\right]\) sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\) Jika dapat, deskripsikan semua cara untuk melakukannya.
  3. Dapatkah Anda menyatakan vektor \({\mathbf 0} = \left[\begin{array}{r} 0 \\ 0 \end{array}\right]\) sebagai kombinasi linear dengan hanya menggunakan dua vektor pertama, \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{?}\) Jika dapat, deskripsikan semua cara untuk melakukannya.
  4. Dapatkah Anda menyatakan \(\vvec_3\) sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{?}\) Jika dapat, ada berapa cara?

4.

Informasi gizi tentang sereal sarapan dicetak pada kemasannya. Sebagai contoh, satu porsi Frosted Flakes mengandung 111 kalori, 140 miligram natrium, dan 1,2 gram protein. Kita dapat merepresentasikannya sebagai vektor
\begin{equation*} \left[\begin{array}{r} 111 \\ 140 \\ 1.2 \\ \end{array}\right]\text{.} \end{equation*}
Satu porsi Cocoa Puffs mengandung 120 kalori, 105 miligram natrium, dan 1,0 gram protein.
  1. Tuliskan vektor yang mendeskripsikan kandungan gizi Cocoa Puffs.
  2. Misalkan Anda memakan \(c\) porsi Frosted Flakes dan \(d\) porsi Cocoa Puffs. Gunakan bahasa vektor dan kombinasi linear untuk menyatakan jumlah kalori, natrium, dan protein yang telah Anda konsumsi.
  3. Berapa porsi masing-masing sereal yang telah Anda makan jika Anda mengonsumsi 342 kalori, 385 miligram natrium, dan 3,4 gram protein?
  4. Misalkan saudari Anda mengonsumsi 250 kalori, 200 miligram natrium, dan 4 gram protein. Apa yang dapat Anda simpulkan tentang sarapannya?

5.

Perhatikan vektor-vektor
\begin{equation*} \vvec_1 = \left[\begin{array}{r} 2 \\ -1 \\ -2 \end{array}\right], \vvec_2 = \left[\begin{array}{r} 0 \\ 3 \\ 1 \end{array}\right], \vvec_3 = \left[\begin{array}{r} 4 \\ 4 \\ -2 \end{array}\right]\text{.} \end{equation*}
  1. Dapatkah Anda menyatakan vektor \(\bvec=\left[\begin{array}{r} 10 \\ 1 \\ -8 \end{array}\right]\) sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\) Jika dapat, deskripsikan semua cara untuk melakukannya.
  2. Dapatkah Anda menyatakan vektor \(\bvec=\left[\begin{array}{r} 3 \\ 7 \\ 1 \end{array}\right]\) sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{?}\) Jika dapat, deskripsikan semua cara untuk melakukannya.
  3. Tunjukkan bahwa \(\vvec_3\) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{.}\)
  4. Jelaskan mengapa setiap kombinasi linear dari \(\vvec_1\text{,}\) \(\vvec_2\text{,}\) dan \(\vvec_3\text{,}\)
    \begin{equation*} a\vvec_1 + b\vvec_2 + c\vvec_3, \end{equation*}
    dapat ditulis ulang sebagai kombinasi linear yang hanya melibatkan \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{.}\)

6.

Perhatikan vektor-vektor
\begin{equation*} \vvec_1=\left[\begin{array}{r} 3 \\ -1 \\ 1 \end{array}\right], \vvec_2=\left[\begin{array}{r} 1 \\ 1 \\ 2 \end{array}\right]. \end{equation*}
Untuk nilai \(k\) manakah, jika ada, vektor \(\left[\begin{array}{r} k \\ -2 \\ 5 \end{array}\right]\) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{?}\)

7.

Tentukan apakah pernyataan-pernyataan berikut benar atau salah, dan berikan alasan untuk jawaban Anda.
  1. Diberikan dua vektor \(\vvec\) dan \(\wvec\text{,}\) vektor \(2\vvec\) merupakan kombinasi linear dari \(\vvec\) dan \(\wvec\text{.}\)
  2. Misalkan \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\) merupakan kumpulan vektor berdimensi \(m\) dan matriks \(\left[\begin{array}{rrrr} \vvec_1 \amp \vvec_2 \amp \ldots \amp \vvec_n \end{array}\right]\) memiliki posisi pivot pada setiap baris. Jika \(\bvec\) adalah sembarang vektor berdimensi \(m\text{,}\) maka \(\bvec\) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\text{.}\)
  3. Misalkan \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\) merupakan kumpulan vektor berdimensi \(m\) dan matriks \(\left[\begin{array}{rrrr} \vvec_1 \amp \vvec_2 \amp \ldots \amp \vvec_n \end{array}\right]\) memiliki posisi pivot pada setiap baris dan setiap kolom. Jika \(\bvec\) adalah sembarang vektor berdimensi \(m\text{,}\) maka \(\bvec\) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1,\vvec_2,\ldots,\vvec_n\) dengan tepat satu cara.
  4. Kita dapat menentukan dua vektor berdimensi 3, \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{,}\) sedemikian sehingga setiap vektor berdimensi 3 dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{.}\)

8.

Salah satu tema yang akan dikembangkan kemudian berkaitan dengan penggunaan sistem koordinat. Kita dapat mengidentifikasi titik \((x,y)\) dengan ujung vektor \(\left[\begin{array}{r}x\\y\end{array}\right]\) yang digambar dengan pangkal di titik asal. Dengan demikian, kita dapat memandang sistem koordinat Kartesius yang biasa digunakan melalui kombinasi linear dari vektor-vektor
\begin{equation*} \evec_1 = \left[\begin{array}{r} 1 \\ 0 \end{array}\right], \evec_2 = \left[\begin{array}{r} 0 \\ 1 \end{array}\right]. \end{equation*}
Sebagai contoh, titik \((2,-3)\) diidentifikasi dengan vektor
\begin{equation*} \left[\begin{array}{r} 2 \\ -3 \end{array}\right] = 2\evec_1 - 3\evec_2, \end{equation*}
seperti ditampilkan di sebelah kiri Gambar 2.1.19.
Vektor \(\evec_1=\twovec10\) dan \(\evec_2=\twovec01\) ditampilkan bersama kisi koordinat horizontal dan vertikal standar. Vektor ketiga, yaitu kombinasi linear \(2\evec_1 - 3\evec_2\text{,}\) juga ditampilkan.
Dua vektor \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\) ditampilkan sebagai anak panah yang berpangkal di titik asal. Kisi yang dibentuk oleh garis-garis yang sejajar dengan kedua vektor ini juga ditampilkan, bersama kombinasi linear \(2\vvec_1-3\vvec_2\text{.}\)
Kontrol papan ketik untuk menjelajahi diagram
Tombol Tindakan
Enter, A Aktifkan penjelajahan dengan papan ketik
B Aktifkan penjelajahan dengan menu
Escape Keluar dari mode penjelajahan
Panah bawah Jelajahi tingkat berikutnya di bawah
Panah atas Jelajahi tingkat berikutnya di atas
Panah kanan Jelajahi elemen berikutnya pada tingkat ini
Panah kiri Jelajahi elemen sebelumnya pada tingkat ini
X Aktifkan atau nonaktifkan mode ahli
W Tampilkan rincian tambahan jika tersedia
Spasi Ulangi keluaran suara
M Aktifkan pembesaran bertahap
Koma Aktifkan pembesaran langsung
N Nonaktifkan pembesaran
Z Tampilkan atau sembunyikan subtitel
C Gilir pengaturan kontras
T Gunakan warna monokrom
L Ganti bahasa jika tersedia
K Hentikan suara saat ini
Y Hentikan keluaran suara
O Mulai atau hentikan sonifikasi
P Ulangi keluaran sonifikasi
Gambar 2.1.19. Sistem koordinat Kartesius yang biasa digunakan, yang ditentukan oleh vektor \(\evec_1\) dan \(\evec_2\text{,}\) ditampilkan di sebelah kiri beserta representasi titik \((2,-3)\text{.}\) Di sebelah kanan ditampilkan sistem koordinat tak standar yang ditentukan oleh vektor \(\vvec_1\) dan \(\vvec_2\text{.}\)
Jika sebagai gantinya kita memiliki vektor-vektor
\begin{equation*} \vvec_1 = \left[\begin{array}{r} 2 \\ 1 \end{array}\right], \vvec_2 = \left[\begin{array}{r} 1 \\ 2 \end{array}\right]\text{,} \end{equation*}
kita dapat mendefinisikan sistem koordinat baru, dengan titik \(\{c,d\}\) yang bersesuaian dengan vektor
\begin{equation*} c\vvec_1 + d\vvec_2\text{.} \end{equation*}
Sebagai contoh, titik \(\{2,-3\}\) ditampilkan di sebelah kanan Gambar 2.1.19.
  1. Nyatakan titik \(\{2,-3\}\) dalam koordinat standar; dengan kata lain, tentukan \(x\) dan \(y\) sedemikian sehingga
    \begin{equation*} (x,y) = \{2,-3\}\text{.} \end{equation*}
  2. Nyatakan titik \((2,-3)\) dalam sistem koordinat baru; dengan kata lain, tentukan \(c\) dan \(d\) sedemikian sehingga
    \begin{equation*} \{c,d\} = (2,-3)\text{.} \end{equation*}
  3. Konversikan titik umum \(\{c,d\}\text{,}\) yang dinyatakan dalam sistem koordinat baru, ke koordinat Kartesius standar \((x,y)\text{.}\)
  4. Apa strategi umum untuk mengonversi suatu titik dari koordinat Kartesius standar \((x,y)\) ke koordinat baru \(\{c,d\}\text{?}\) Penerapan strategi ini secara umum mungkin memerlukan beberapa langkah, jadi cukup deskripsikan strateginya. Kita akan mempelajari hal ini secara lebih terperinci nanti.