Subbagian 1.4.1 Pengantar
Ingat bahwa entri utama dalam matriks eselon baris tereduksi adalah entri tak nol paling kiri dalam suatu baris matriks tersebut. Seperti yang akan kita lihat, posisi entri-entri utama ini menyimpan banyak informasi tentang ruang solusi sistem linear yang bersesuaian. Karena alasan ini, kita membuat definisi berikut.
Definisi 1.4.1.
Posisi pivot dalam matriks
\(A\) adalah posisi entri utama dalam matriks eselon baris tereduksi dari
\(A\text{.}\)
Sebagai contoh, dalam matriks eselon baris tereduksi ini, posisi pivot ditunjukkan dengan cetak tebal:
\begin{equation*}
\begin{bmatrix}
{\mathbf 1} \amp \gray{0} \amp \gray{*} \amp \gray{0} \\
\gray{0} \amp {\mathbf 1} \amp \gray{*} \amp \gray{0} \\
\gray{0} \amp \gray{0} \amp \gray{0} \amp {\mathbf 1} \\
\gray{0} \amp \gray{0} \amp \gray{0} \amp \gray{0} \\
\end{bmatrix}.
\end{equation*}
Kita dapat merujuk posisi pivot berdasarkan nomor baris dan kolomnya; misalnya, kita dapat mengatakan bahwa terdapat posisi pivot pada baris ketiga dan kolom keempat.
Aktivitas Pratinjau 1.4.1. Beberapa pengamatan dasar tentang pivot.
(a)
Di bawah ini ditampilkan sebuah matriks dan bentuk eselon baris tereduksinya. Tunjukkan posisi-posisi pivotnya.
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrrr}
2 \amp 4 \amp 6 \amp -1 \\
-3 \amp 1 \amp 5 \amp 0 \\
1 \amp 3 \amp 5 \amp 1 \\
\end{array}
\right]
\sim
\left[
\begin{array}{rrrr}
1 \amp 0 \amp -1 \amp 0 \\
0 \amp 1 \amp 2 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \\
\end{array}
\right]\text{.}
\end{equation*}
(b)
Berapa banyak posisi pivot yang dapat terdapat dalam satu baris? Dalam matriks
\(3\times5\text{,}\) berapakah jumlah terbesar posisi pivot yang mungkin? Berikan contoh matriks
\(3\times5\) yang memiliki jumlah posisi pivot terbesar yang mungkin.
(c)
Berapa banyak pivot yang dapat terdapat dalam satu kolom? Dalam matriks
\(5\times3\text{,}\) berapakah jumlah terbesar posisi pivot yang mungkin? Berikan contoh matriks
\(5\times3\) yang memiliki jumlah posisi pivot terbesar yang mungkin.
(d)
Berikan contoh matriks yang memiliki posisi pivot pada setiap baris dan setiap kolom. Apa yang istimewa dari matriks semacam itu?
Ketika mengamati ruang solusi sistem linear, kita sering bertanya apakah terdapat tak berhingga banyak solusi, tepat satu solusi, atau tidak ada solusi. Sekarang kita akan memecah pertanyaan ini menjadi dua pertanyaan terpisah.
Pertanyaan 1.4.2. Dua Pertanyaan Mendasar.
Ketika menjumpai suatu sistem linear, kita sering bertanya
- Keberadaan
-
Apakah terdapat solusi untuk sistem linear tersebut? Jika ada, kita mengatakan bahwa sistem itu
konsisten; jika tidak, kita mengatakan bahwa sistem itu
tidak konsisten.
- Ketunggalan
-
Jika sistem linear tersebut konsisten, apakah solusinya tunggal atau terdapat tak berhingga banyak solusi?
Kedua pertanyaan ini merupakan dua sisi mata uang yang muncul dalam berbagai bentuk di sepanjang penelusuran kita. Dalam bagian ini, kita akan mempelajari bagaimana letak pivot memengaruhi jawaban atas kedua pertanyaan tersebut. Kita mulai dengan membahas pertanyaan pertama mengenai keberadaan solusi.
Subbagian 1.4.2 Keberadaan solusi
Kegiatan 1.4.2.
-
Di bawah ini ditampilkan tiga matriks diperbesar dalam bentuk eselon baris tereduksi.
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 0 \amp 3 \\
0 \amp 1 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 1 \amp -2 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 2 \amp 3 \\
0 \amp 1 \amp -1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 2 \amp 0 \\
0 \amp 1 \amp -1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
Untuk setiap matriks, identifikasi posisi-posisi pivot dan tentukan apakah sistem linear yang bersesuaian konsisten. Jelaskan bagaimana letak pivot menentukan apakah sistem tersebut konsisten atau tidak konsisten.
-
Setiap matriks diperbesar di atas memiliki satu baris yang semua entrinya nol. Informasi apa, jika ada, yang diberikan oleh keberadaan baris semacam itu tentang kekonsistenan sistem linear yang bersesuaian?
-
Berikan contoh matriks diperbesar
\(3\times5\) dalam bentuk eselon baris tereduksi yang merepresentasikan sistem konsisten. Tunjukkan posisi-posisi pivot dalam matriks Anda dan jelaskan mengapa posisi-posisi pivot tersebut menjamin bahwa sistem itu konsisten.
-
Berikan contoh matriks diperbesar
\(3\times5\) dalam bentuk eselon baris tereduksi yang merepresentasikan sistem tidak konsisten. Tunjukkan posisi-posisi pivot dalam matriks Anda dan jelaskan mengapa posisi-posisi pivot tersebut menjamin bahwa sistem itu tidak konsisten.
-
Tuliskan bentuk eselon baris tereduksi matriks koefisien dari sistem linear yang bersesuaian dalam
Butir d? (Ingat bahwa
Prinsip Perluasan menyatakan bahwa bentuk eselon baris tereduksi matriks koefisien hanya terdiri atas empat kolom pertama matriks diperbesar.) Apa yang Anda perhatikan tentang posisi-posisi pivot dalam matriks koefisien ini?
-
Misalkan kita memiliki sistem linear dengan matriks koefisien yang mempunyai bentuk eselon baris tereduksi berikut.
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrrrr}
1 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \amp -1 \\
0 \amp 1 \amp 0 \amp 0 \amp 2 \\
0 \amp 0 \amp 1 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \amp -3 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
Apa yang dapat Anda katakan tentang kekonsistenan sistem linear tersebut?
Mari kita rangkum hasil kegiatan ini dengan memperhatikan matriks eselon baris tereduksi berikut:
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp * \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]\text{.}
\end{equation*}
Dalam variabel \(x\text{,}\) \(y\text{,}\) dan \(z\text{,}\) persamaan terakhir menyatakan
\begin{equation*}
0x + 0y + 0z = 0\text{.}
\end{equation*}
Jika kita mengevaluasi ruas kiri dengan sembarang nilai \(x\text{,}\) \(y\text{,}\) dan \(z\text{,}\) kita memperoleh 0, yang berarti bahwa persamaan itu selalu berlaku. Oleh karena itu, keberadaannya tidak berpengaruh terhadap ruang solusi yang ditentukan oleh tiga persamaan lainnya.
Namun, persamaan ketiga menyatakan bahwa
\begin{equation*}
0x + 0y + 0z = 1\text{.}
\end{equation*}
Sekali lagi, jika kita mengevaluasi ruas kiri dengan sembarang nilai \(x\text{,}\) \(y\text{,}\) dan \(z\text{,}\) kita memperoleh 0 sehingga persamaan ini tidak dapat dipenuhi untuk \((x,y,z)\) mana pun. Ini berarti bahwa keseluruhan sistem linear tidak memiliki solusi dan oleh karena itu tidak konsisten.
Persamaan seperti ini muncul dalam matriks eselon baris tereduksi sebagai
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{cccc|c}
\vdots \amp \vdots \amp \vdots \amp \vdots \amp \vdots \\
0 \amp 0 \amp \cdots \amp 0 \amp 1 \\
\vdots \amp \vdots \amp \vdots \amp \vdots \amp \vdots \\
\end{array}
\right]\text{.}
\end{equation*}
Posisi-posisi pivot memperjelas kondisi ini: sistem tidak konsisten jika terdapat posisi pivot pada kolom paling kanan matriks diperbesar yang bersesuaian.
Bahkan, kita akan segera melihat bahwa sistem tersebut konsisten jika tidak terdapat pivot pada kolom paling kanan matriks diperbesar yang bersesuaian. Dengan demikian, kita memperoleh pernyataan berikut.
Proposisi 1.4.3.
Suatu sistem linear tidak konsisten jika dan hanya jika terdapat posisi pivot pada kolom paling kanan matriks diperbesar yang bersesuaian.
Hal ini juga memberi tahu kita sesuatu tentang posisi pivot pada matriks koefisien. Perhatikan contoh sistem tidak konsisten yang bersesuaian dengan bentuk eselon baris tereduksi matriks diperbesar berikut
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{ccc|c}
1 \amp 0 \amp * \amp 0 \\
0 \amp 1 \amp * \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \\
\end{array}
\right]\text{.}
\end{equation*}
Prinsip Perluasan menyatakan bahwa bentuk eselon baris tereduksi matriks koefisien adalah
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{ccc}
1 \amp 0 \amp * \\
0 \amp 1 \amp * \\
0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right],
\end{equation*}
yang menunjukkan bahwa matriks koefisien memiliki satu baris tanpa posisi pivot. Jika pernyataan ini dibalik, kita melihat bahwa jika setiap baris matriks koefisien memiliki posisi pivot, maka sistem tersebut pasti konsisten. Sebagai contoh, jika sistem linear kita memiliki matriks koefisien dengan bentuk eselon baris tereduksi
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{ccc}
1 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 1 \\
\end{array}
\right]\text{,}
\end{equation*}
maka kita dapat menjamin bahwa sistem linear tersebut konsisten karena tidak mungkin diperoleh pivot pada kolom paling kanan matriks diperbesar.
Proposisi 1.4.4.
Jika setiap baris matriks koefisien memiliki posisi pivot, maka sistem persamaan linear yang bersesuaian konsisten.
Subbagian 1.4.3 Ketunggalan solusi
Setelah mempelajari peran posisi pivot dalam keberadaan solusi, mari kita beralih ke pertanyaan tentang ketunggalan.
Kegiatan 1.4.3.
-
Berikut adalah tiga matriks diperbesar dalam bentuk eselon baris tereduksi yang kita bahas dalam bagian sebelumnya.
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 0 \amp 3 \\
0 \amp 1 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 1 \amp -2 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 2 \amp 3 \\
0 \amp 1 \amp -1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 2 \amp 0 \\
0 \amp 1 \amp -1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
Untuk setiap matriks, identifikasi posisi-posisi pivot dan nyatakan apakah sistem linear yang bersesuaian konsisten. Jika sistemnya konsisten, jelaskan apakah solusinya tunggal atau terdapat tak berhingga banyak solusi.
-
Jika mungkin, berikan contoh matriks diperbesar
\(3\times5\) yang bersesuaian dengan sistem linear yang memiliki solusi tunggal. Jika tidak mungkin, jelaskan alasannya.
-
Jika mungkin, berikan contoh matriks diperbesar
\(5\times3\) yang bersesuaian dengan sistem linear yang memiliki solusi tunggal. Jika tidak mungkin, jelaskan alasannya.
-
Kondisi apa pada posisi-posisi pivot yang menjamin bahwa suatu sistem linear memiliki solusi tunggal?
-
Jika suatu sistem linear memiliki solusi tunggal, apa yang dapat kita katakan tentang hubungan antara jumlah persamaan dan jumlah variabel?
Mari kita perhatikan apa yang telah dipelajari dalam kegiatan ini. Karena kita tertarik pada pertanyaan apakah suatu sistem linear konsisten memiliki solusi tunggal atau tak berhingga banyak solusi, kita hanya akan memperhatikan sistem konsisten. Berdasarkan hasil bagian sebelumnya, ini berarti tidak terdapat pivot pada kolom paling kanan matriks diperbesar. Berikut dua contoh yang mungkin:
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 0 \amp 4 \\
0 \amp 1 \amp 0 \amp -1 \\
0 \amp 0 \amp 1 \amp 2 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrr|r}
1 \amp 0 \amp 2 \amp -2 \\
0 \amp 1 \amp 1 \amp 4 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
\end{array}
\right]
\end{equation*}
Dalam contoh pertama, kita memiliki persamaan-persamaan
\begin{equation*}
\begin{alignedat}{4}
x_1 \amp {}={} \amp 4 \\
x_2 \amp {}={} \amp -1 \\
x_3 \amp {}={} \amp 2 \\
\end{alignedat}
\end{equation*}
yang menunjukkan bahwa terdapat solusi tunggal \((x_1,x_2,x_3) = (4,-1,2)\text{.}\)
Dalam contoh kedua, kita memiliki persamaan-persamaan
\begin{equation*}
\begin{alignedat}{4}
x_1 \amp \amp \amp {}+{} \amp 2x_3\amp {}={} \amp -2 \\
\amp \amp x_2 \amp {}+{} \amp x_3\amp {}={} \amp 4 \\
\end{alignedat}
\end{equation*}
yang dapat kita tuliskan kembali dalam bentuk parametrik sebagai
\begin{equation*}
\begin{alignedat}{4}
x_1 \amp {}={} \amp -2-2x_3 \\
x_2 \amp {}={} \amp 4-x_3 \\
\end{alignedat}\text{.}
\end{equation*}
Di sini kita melihat bahwa \(x_1\) dan \(x_2\) merupakan variabel dasar yang dapat dinyatakan dalam variabel bebas \(x_3\text{.}\) Dalam kasus ini, keberadaan variabel bebas menghasilkan tak berhingga banyak solusi.
Ingat bahwa setiap kolom matriks koefisien bersesuaian dengan satu variabel dalam sistem linear kita. Dalam contoh pertama, kita melihat bahwa setiap kolom matriks koefisien memuat posisi pivot, yang berarti setiap variabel ditentukan secara tunggal. Dalam contoh kedua, kolom matriks koefisien yang bersesuaian dengan
\(x_3\) tidak memuat posisi pivot sehingga
\(x_3\) muncul sebagai variabel bebas. Hal ini menggambarkan prinsip berikut.
Prinsip 1.4.5.
Misalkan kita memperhatikan suatu sistem linear konsisten.
-
Jika setiap kolom matriks koefisien memuat posisi pivot, maka sistem tersebut memiliki solusi tunggal.
-
Jika terdapat kolom dalam matriks koefisien yang tidak memuat posisi pivot, maka sistem tersebut memiliki tak berhingga banyak solusi.
-
Kolom-kolom yang memuat posisi pivot bersesuaian dengan variabel dasar, sedangkan kolom-kolom yang tidak memuat posisi pivot bersesuaian dengan variabel bebas.
Ketika suatu sistem linear memiliki solusi tunggal, setiap kolom matriks koefisien memiliki posisi pivot. Karena setiap baris memuat paling banyak satu posisi pivot, jumlah baris dalam matriks koefisien harus sekurang-kurangnya sebanyak jumlah kolom. Oleh karena itu, sistem linear tersebut memiliki jumlah persamaan sekurang-kurangnya sebanyak jumlah variabel, sebagaimana telah kita duga secara intuitif dalam
Subbab 1.1.
Wajar jika kita bertanya bagaimana memilih variabel bebas. Sebagai contoh, jika kita memiliki satu persamaan
\begin{equation*}
x + 2y = 4\text{,}
\end{equation*}
maka kita dapat menuliskan
\begin{equation*}
x = 4-2y
\end{equation*}
atau, secara ekuivalen,
\begin{equation*}
y = 2 - \frac12 x\text{.}
\end{equation*}
Jelas bahwa dalam kasus ini, masing-masing variabel dapat dipandang sebagai variabel bebas.
Seperti yang akan kita lihat nanti, kita lebih tertarik pada jumlah variabel bebas daripada pilihan variabelnya. Demi kemudahan, kita akan menggunakan kesepakatan bahwa variabel bebas bersesuaian dengan kolom tanpa posisi pivot, sehingga kita dapat mengidentifikasinya dengan cepat. Sebagai contoh, variabel \(x_2\) dan \(x_4\) muncul sebagai variabel bebas dalam sistem linear berikut:
\begin{equation*}
\left[
\begin{array}{rrrr|r}
1 \amp 0 \amp 0 \amp 2 \amp 3 \\
0 \amp 0 \amp 1 \amp -1 \amp 0 \\
\end{array}
\right]\text{.}
\end{equation*}