Lewati ke konten utama
Gambar logo

Subbab 4.2 Laju Pertumbuhan

Subbagian Pratinjau Bagian

Selidiki!
Untuk setiap pola titik berikut, gambarkan pola selanjutnya dalam barisan. Deskripsikan laju pertumbuhan banyaknya titik dalam pola-pola tersebut. Kemudian, dugalah definisi rekursif dan rumus tertutup untuk banyaknya titik pada pola ke-\(n\text{.}\)
Barisan tiga pola titik yang dimulai dengan satu titik (berlabel n = 0), kemudian titik yang sama dengan empat titik baru yang memanjang membentuk huruf X (berlabel n = 1), dan akhirnya pola yang sama dengan empat titik baru yang memperpanjang lengan-lengan X tersebut (berlabel n = 2).
Barisan tiga pola titik, dari kiri ke kanan berlabel n = 0, n = 1, dan n = 2. Pola pertama memuat dua titik, yang satu berada di atas yang lain. Pola kedua dapat dipandang sebagai setiap titik pada pola pertama yang terpecah menjadi 3 titik sehingga membentuk dua segitiga (jadi seluruhnya enam titik). Pada pola ketiga, setiap titik pada pola kedua kembali terpecah menjadi tiga titik yang tersusun sebagai segitiga (jadi seluruhnya 18 titik).
Barisan empat pola titik yang berlabel n = 1 hingga n = 4. Pola pertama berupa satu titik. Pola kedua menambahkan satu baris berisi dua titik di bawah titik tunggal tersebut (jadi tiga titik membentuk segitiga). Pola ketiga menambahkan satu baris berisi tiga titik sehingga enam titik tersusun membentuk segitiga. Terakhir, empat titik ditambahkan di bawah enam titik sebelumnya, tetap membentuk segitiga yang kini terdiri atas 10 titik.
Tujuan kita adalah menentukan rumus tertutup untuk barisan. Strategi utama kita ialah terlebih dahulu menentukan bagaimana barisan berubah dari satu suku ke suku berikutnya. Perubahan ini akan menghasilkan relasi rekurensi untuk barisan tersebut, dan dari relasi rekurensi itu kita akan menentukan rumus tertutup. Kita mulai dengan dua jenis barisan yang sangat umum dan berguna: barisan aritmetika dan geometri. Dalam prosesnya, kita akan mempelajari beberapa teknik untuk menyelesaikan relasi rekurensi.

Lembar Kerja Kegiatan Pratinjau

1.
Selidiki barisan titik pertama dari kegiatan Selidiki! Misalkan \(a_n\) menyatakan banyaknya titik pada gambar \(n\text{.}\) Barisan tersebut dimulai dengan \(1, 5, 9,\ldots\)
(a)
Berapa banyak titik yang Anda perkirakan terdapat pada dua gambar berikutnya dalam barisan?
Titik pada gambar \(n = 3\text{:}\) \(a_3 =\).
Titik pada gambar \(n = 4\text{:}\) \(a_4 =\).
(b)
Bagaimana barisan ini bertumbuh? Untuk memperoleh gambar berikutnya, ambil gambar saat ini dan
sejumlah tetap titik.
(c)
Misalkan \(a_n\) adalah banyaknya titik pada gambar \(n\text{.}\) Tuliskan definisi rekursif untuk \(a_n\text{.}\)
\(a_n =\) ; dengan \(a_0 =\) .
(d)
Dugalah rumus tertutup untuk banyaknya titik pada gambar ke-\(n\text{.}\)
\(a_n =\) .
2.
Sekarang perhatikan barisan titik kedua dari kegiatan Selidiki! Misalkan \(a_n\) menyatakan banyaknya titik pada gambar \(n\text{.}\) Barisan tersebut dimulai dengan \(2, 6, 18,\ldots\)
(a)
Berapa banyak titik yang Anda perkirakan terdapat pada dua gambar berikutnya dalam barisan?
Titik pada gambar \(n = 3\text{:}\) \(a_3 =\).
Titik pada gambar \(n = 4\text{:}\) \(a_4 =\).
(b)
Bagaimana barisan ini bertumbuh? Untuk memperoleh gambar berikutnya, ambil gambar saat ini dan
konstanta .
(c)
Misalkan \(a_n\) adalah banyaknya titik pada gambar \(n\text{.}\) Tuliskan definisi rekursif untuk \(a_n\text{.}\)
\(a_n =\) ; dengan \(a_0 =\) .
(d)
Dugalah rumus tertutup untuk banyaknya titik pada gambar ke-\(n\text{.}\)
\(a_n =\) .
3.
Sekarang perhatikan barisan titik ketiga dari kegiatan Selidiki! Misalkan \(a_n\) menyatakan banyaknya titik pada gambar \(n\text{.}\) Barisan tersebut dimulai dengan \(1, 3, 6, 10,\ldots\)
(a)
Berapa banyak titik yang Anda perkirakan terdapat pada dua gambar berikutnya dalam barisan?
Titik pada gambar \(n = 5\text{:}\) \(a_5 =\).
Titik pada gambar \(n = 6\text{:}\) \(a_6 =\).
(b)
Misalkan \(a_n\) adalah banyaknya titik pada gambar \(n\text{.}\) Tuliskan definisi rekursif untuk \(a_n\text{.}\)
\(a_n =\) ; dengan \(a_1 =\) .
(c)
Dugalah rumus tertutup untuk banyaknya titik pada gambar ke-\(n\text{.}\)
\(a_n =\) .

Subbagian Barisan Aritmetika

Misalkan Anda memulai usaha yang menjual cetakan karya seni matematika. Pada minggu ke-0, Anda menjual dua cetakan. Pada setiap minggu berikutnya, Anda menjual empat cetakan lebih banyak daripada minggu sebelumnya. Berapa cetakan yang akan Anda jual pada minggu ke-\(n\text{?}\)
Kita dapat dengan mudah menghitung beberapa suku pertama barisan tersebut: \(2, 6, 10, 14,\ldots\text{.}\) Bagaimana kita mengetahui bahwa hasil ini benar? Dari masalah tersebut, terlihat bahwa untuk berpindah dari satu suku ke suku berikutnya kita harus menambahkan 4. Dengan demikian, relasi rekurensi barisan tersebut jelas merupakan
\begin{equation*} a_n = a_{n-1} + 4\text{.} \end{equation*}
Laju pertumbuhan barisan tersebut adalah konstanta \(4\) karena selisih antara dua suku berurutan selalu 4 (perhatikan bahwa relasi rekurensinya dapat ditulis sebagai \(a_n - a_{n-1} = 4\)).
Barisan dengan laju perubahan tetap disebut barisan aritmetika.
Sekarang mari tentukan rumus tertutup untuk barisan kita. Suku pertamanya adalah \(a_0 = 2\text{.}\) Untuk memperoleh \(a_1\text{,}\) kita menambahkan \(4\text{.}\) Untuk memperoleh suku berikutnya, kita kembali menambahkan \(4\text{;}\) artinya, kita telah menambahkan \(4\) pada suku awal sebanyak dua kali. Kemudian kita menambahkan \(4\) sekali lagi, sehingga untuk memperoleh \(a_3\) penambahan dilakukan tiga kali. Secara umum, untuk memperoleh \(a_n\text{,}\) kita menambahkan \(4\) pada \(a_0\) sebanyak \(n\) kali. Dengan demikian, rumus tertutup barisan tersebut adalah
\begin{equation*} a_n = 2 + 4n\text{.} \end{equation*}
Penalaran ini berlaku untuk setiap barisan aritmetika. Artinya, setiap barisan dengan beda tetap mempunyai rumus tertutup linear, dengan “kemiringan” fungsi linearnya sama dengan beda tetap.

Barisan Aritmetika.

Jika selisih antara suku-suku berurutan suatu barisan adalah konstan, barisan tersebut disebut aritmetika. Jika suku awal (\(a_0\)) barisan adalah \(a\) dan beda tetapnya adalah \(d\text{,}\) maka kita memperoleh
Definisi rekursif: \(a_n = a_{n-1} + d\) dengan \(a_0 = a\text{.}\)
Rumus tertutup: \(a_n = a + dn\text{.}\)
Seperti pada contoh di atas, untuk definisi rekursif kita perlu menentukan \(a_0\text{.}\) Kemudian kita perlu menyatakan \(a_n\) berdasarkan \(a_{n-1}\text{.}\) Jika suku pertama kita sebut \(a\text{,}\) maka \(a_0 = a\text{.}\) Untuk relasi rekurensinya, berdasarkan definisi barisan aritmetika, selisih antara suku-suku berurutan adalah suatu konstanta, misalnya \(d\text{.}\) Jadi, \(a_n - a_{n-1} = d\text{,}\) atau dengan kata lain,
\begin{equation*} a_0 = a \qquad a_n = a_{n-1} + d\text{.} \end{equation*}
Sekarang mari kita jelaskan mengapa rumus tertutup tersebut benar. Salah satu caranya adalah menggunakan teknik yang kadang-kadang disebut metode teleskopik (nama yang sebentar lagi akan menjadi masuk akal).
Kita menuliskan relasi rekurensi dalam bentuk selisih, \(a_n - a_{n-1} = d\text{,}\) untuk semua suku mulai dari \(a_1\) hingga \(a_n\text{.}\) Hasilnya sebagai berikut:
\begin{align*} a_1 - a_0 = \amp d\\ a_2 - a_1 = \amp d\\ a_3 - a_2 = \amp d\\ \vdots \amp \\ a_{n-1} - a_{n-2} = \amp d\\ a_n - a_{n-1} = \amp d\text{.} \end{align*}
Sekarang kita jumlahkan seluruh \(n\) persamaan tersebut.
Pada ruas kanan, kita menjumlahkan \(d\) dengan dirinya sendiri sebanyak \(n\) kali, sehingga jumlahnya adalah \(d\cdot n\text{.}\)
Pada ruas kiri, kita memperoleh jumlah:
\begin{equation*} (a_1 - a_0) + (a_2 - a_1) + (a_3 - a_2) + \cdots + (a_{n-1} - a_{n-2}) + (a_n - a_{n-1})\text{.} \end{equation*}
Namun, perhatikan apa yang terjadi ketika suku-sukunya dikelompokkan kembali dan suku-suku yang sama saling dihapus:
\begin{equation*} \cancel{a_1} - a_0 + \cancel{a_2} - \cancel{a_1} + \cancel{a_3} - \cancel{a_2} + \cdots + \cancel{a_{n-1}} - \cancel{a_{n-2}} + a_n - \cancel{a_{n-1}} = a_n - a_0\text{.} \end{equation*}
Jumlah tersebut menciut secara teleskopik menjadi bentuk ringkas yang mudah ditangani.
Dengan menggabungkan kedua ruas, kita memperoleh
\begin{equation*} a_n - a_0 = d \cdot n\text{,} \end{equation*}
yang menjadi
\begin{equation*} a_n = a_0 + d \cdot n \end{equation*}
seperti yang telah kita nyatakan.
Metode teleskopik di atas berguna dalam konteks lain (lihat Latihan 6), tetapi setelah memperoleh bentuk umum rumus tertutup, kini kita dapat menerapkannya pada sembarang barisan aritmetika.

Contoh 4.2.1.

Tentukan definisi rekursif dan rumus tertutup untuk barisan-barisan aritmetika berikut. Anggap bahwa suku pertama yang dituliskan adalah \(a_0\text{.}\)
  1. \(2, 5, 8, 11, 14, \ldots\text{.}\)
  2. \(50, 43, 36, 29, \ldots\text{.}\)
Penyelesaian.
Pertama, kita harus memeriksa bahwa barisan-barisan ini memang aritmetika dengan menghitung selisih suku-suku berurutan. Dengan demikian, kita akan menemukan beda tetap \(d\text{.}\)
  1. \(5-2 = 3\text{,}\) \(8-5 = 3\text{,}\) dan seterusnya. Untuk berpindah dari setiap suku ke suku berikutnya, kita menambahkan tiga, sehingga \(d = 3\text{.}\) Jadi, definisi rekursifnya adalah \(a_n = a_{n-1} + 3\) dengan \(a_0 = 2\text{.}\) Rumus tertutupnya adalah \(a_n = 2 + 3n\text{.}\)
  2. Di sini beda tetapnya adalah \(-7\text{,}\) karena kita menambahkan \(-7\) pada 50 untuk memperoleh 43, dan seterusnya. Jadi, definisi rekursifnya adalah \(a_n = a_{n-1} - 7\) dengan \(a_0 = 50\text{.}\) Rumus tertutupnya adalah \(a_n = 50 - 7n\text{.}\)

Subbagian Barisan Geometri

Bagaimana dengan barisan seperti \(3, 6, 12, 24, 48, \ldots\text{?}\) Barisan ini bukan aritmetika karena selisih antarsukunya tidak tetap. Namun, rasio antara suku-suku berurutan tetap: \(\frac{6}{3} = \frac{12}{6} = \frac{24}{12} = \cdots = 2\) Barisan seperti ini disebut geometri.
Setelah mengenali bahwa barisan tersebut merupakan barisan geometri, kita dapat dengan mudah menuliskan definisi rekursifnya: \(a_n = 2 a_{n-1}\text{,}\) dengan \(a_0 = 3\text{.}\)
Rumus tertutupnya juga tidak sulit ditentukan. Sebagai contoh, bagaimana kita memperoleh suku \(a_3\text{?}\) Kita mulai dengan \(3\text{,}\) lalu mengalikannya dengan 2 untuk memperoleh \(a_1\text{,}\) kembali mengalikannya dengan \(2\) untuk memperoleh \(a_2\text{,}\) dan mengalikannya dengan \(2\) untuk ketiga kalinya guna memperoleh \(a_3\text{.}\) Jadi, kita mengalikan \(3\) dengan \(2\) sebanyak tiga kali, atau \(a_3 = 3\cdot 2^3\text{.}\) Tampaknya \(a_n = 3\cdot 2^n\text{.}\)
Secara umum, definisi rekursif untuk barisan geometri dengan suku awal \(a\) dan rasio tetap \(r\) adalah
\begin{equation*} a_n = a_{n-1}\cdot r; a_0 = a\text{.} \end{equation*}
Untuk memperoleh suku berikutnya, kita mengalikan suku sebelumnya dengan \(r\text{.}\)
Untuk memperoleh rumus tertutup umum, kita dapat mencoba kembali metode teleskopik, meskipun kali ini kita harus menghapus faktor-faktor pecahan. Sebagai gantinya, mari kita ilustrasikan teknik lain untuk menyelesaikan relasi rekurensi yang disebut iterasi. Gagasannya adalah menghitung bertahap hingga \(a_n\) sambil mengamati polanya. Tuliskan
\begin{align*} a_0 \amp = a\\ a_1 \amp = a_0\cdot r\\ a_2 \amp = a_1 \cdot r = a_0\cdot r\cdot r = a_0\cdot r^2\\ a_3 \amp = a_2 \cdot r = a_0 \cdot r^2 \cdot r = a_0 \cdot r^3\\ \amp \vdots\\ a_n \amp = a_{n-1} \cdot r = a_0 \cdot r^{n-1}\cdot r = a_0 r^n\text{.} \end{align*}
Kita harus mengalikan suku pertama \(a\) dengan \(r\) beberapa kali, tepatnya \(n\) kali. Kita memperoleh \(a_n = a\cdot r^{n}\text{.}\)

Barisan Geometri.

Suatu barisan disebut geometri jika rasio antara suku-suku berurutan tetap. Misalkan suku awal \(a_0\) adalah \(a\) dan rasio tetapnya adalah \(r\text{.}\) Maka kita memperoleh
Definisi rekursif: \(a_n = ra_{n-1}\) dengan \(a_0 = a\text{.}\)
Rumus tertutup: \(a_n = a\cdot r^{n}\text{.}\)

Contoh 4.2.2.

Tentukan rumus rekursif dan rumus tertutup untuk barisan-barisan geometri berikut. Sekali lagi, suku pertama yang dituliskan adalah \(a_0\text{.}\)
  1. \(\displaystyle 3, 6, 12, 24, 48, \ldots\)
  2. \(\displaystyle 27, 9, 3, 1, 1/3, \ldots\)
Penyelesaian.
Mulailah dengan memeriksa bahwa barisan-barisan ini benar-benar geometri dengan membagi setiap suku dengan suku sebelumnya. Jika rasio tersebut benar-benar tetap, kita telah menemukan \(r\text{.}\)
  1. \(6/3 = 2\text{,}\) \(12/6 = 2\text{,}\) \(24/12 = 2\text{,}\) dan seterusnya. Benar, untuk berpindah dari sembarang suku ke suku berikutnya, kita mengalikannya dengan \(r = 2\text{.}\) Jadi, definisi rekursifnya adalah \(a_n = 2a_{n-1}\) dengan \(a_0 = 3\text{.}\) Rumus tertutupnya adalah \(a_n = 3\cdot 2^{n}\text{.}\)
  2. Rasio tetapnya adalah \(r = 1/3\text{.}\) Jadi, barisan tersebut mempunyai definisi rekursif \(a_n = \frac{1}{3}a_{n-1}\) dengan \(a_0 = 27\) dan rumus tertutup \(a_n = 27\cdot \frac{1}{3}^{n}\text{.}\)
Barisan geometri adalah barisan yang laju pertumbuhannya sebanding dengan barisan itu sendiri. Seperti yang mungkin telah Anda lihat dalam kalkulus, tepat fungsi-fungsi eksponensiallah yang mempunyai sifat ini.
Dalam contoh dan rumus di atas, kita menganggap bahwa suku awal adalah \(a_0\text{.}\) Jika barisan Anda dimulai dengan \(a_1\text{,}\) Anda dapat dengan mudah menentukan suku yang seharusnya menjadi \(a_0\) dan menggunakannya dalam rumus. Sebagai contoh, jika kita menginginkan rumus untuk barisan \(2, 5, 8,\ldots\) dan menetapkan \(2= a_1\text{,}\) kita dapat menentukan \(a_0 = -1\) (karena barisan tersebut aritmetika dengan beda tetap 3, kita mempunyai \(a_0 + 3 = a_1\)). Dengan demikian, rumus tertutupnya adalah \(a_n = -1 + 3n\text{.}\)

Catatan 4.2.3.

Jika membaca sumber lain, Anda mungkin menemukan rumus tertutup untuk barisan aritmetika dan geometri yang berbeda dari rumus kita. Secara khusus, Anda mungkin menemukan rumus \(a_n = a +(n-1)d\) (aritmetika) dan \(a_n = a\cdot r^{n-1}\) (geometri). Mana yang benar? Keduanya! Dalam pembahasan kita, \(a\) menyatakan \(a_0\text{.}\) Jika suku awalnya adalah \(a_1\text{,}\) kita memperoleh rumus yang (sedikit lebih rumit) seperti yang ditemukan pada sumber lain.

Subbagian Melampaui Barisan Aritmetika dan Geometri

Perhatikan barisan \((T_n)_{n\ge 1}\) yang dimulai dengan \(1, 3, 6, 10, 15,\ldots\text{.}\) Bilangan-bilangan ini disebut bilangan segitiga karena menyatakan banyaknya titik dalam suatu segitiga sama sisi (bayangkan susunan 10 pin boling: satu baris berisi 4, ditambah satu baris berisi 3, satu baris berisi 2, dan satu baris berisi 1).
Barisan empat pola titik yang menunjukkan empat bilangan segitiga pertama: pola-pola tersebut masing-masing memuat 1, 3, 6, dan 10 titik, yang tersusun sebagai segitiga dengan alas berturut-turut 1, 2, 3, dan 4 titik.
Apakah barisan ini aritmetika? Bukan, karena \(3-1 = 2\) dan \(6-3 = 3 \ne 2\text{,}\) sehingga tidak ada beda tetap. Apakah barisan ini geometri? Bukan. \(3/1 = 3\text{,}\) tetapi \(6/3 = 2\text{,}\) sehingga tidak ada rasio tetap. Apa yang dapat kita lakukan?
Perhatikan bahwa selisih antarsuku memang membentuk barisan aritmetika: \(2, 3, 4, 5, 6,\ldots\text{.}\) Dengan kata lain, laju perubahan barisan ini bersifat aritmetika: \(T_n - T_{n-1} = n\text{,}\) yang langsung memberi kita relasi rekurensi \(T_n = T_{n-1} + n\text{.}\)
Cara lain untuk memahaminya ialah bahwa suku ke-\(n\) barisan \((T_n)\) merupakan jumlah \(n\) suku pertama barisan \(1,2,3,4,5,\ldots\text{.}\) Dengan demikian, \((T_n)\) adalah barisan jumlah parsial dari barisan \(1,2,3,\ldots\) (disebut jumlah parsial karena kita tidak menjumlahkan seluruh suku yang banyaknya tak berhingga).
Hal ini akan menjadi lebih jelas jika kita menguraikan relasi rekurensi untuk menuliskan bilangan-bilangan segitiga sebagai berikut:
\begin{align*} T_1 = 1 \amp = 1\\ T_2 = 3 \amp = 1+2\\ T_3 = 6 \amp = 1 + 2 + 3\\ T_4 = 10 \amp = 1+ 2 + 3+ 4\\ \vdots \amp \qquad \vdots\\ T_n \amp = 1 + 2 + 3 + \cdots + n\text{.} \end{align*}
Di sini kita sebenarnya menggunakan iterasi. Kita juga dapat melihatnya melalui metode teleskopik dengan mengambil \(T_0 = 0\text{:}\)
\begin{align*} T_1-T_0 = \amp 1\\ T_2 - T_1 = \amp 2\\ T_3 - T_2 = \amp 3\\ \vdots \amp \\ T_n - T_{n-1} = \amp n\text{.} \end{align*}
Dengan menjumlahkan persamaan-persamaan ini, ruas kanan menjadi \(1+2+3+\cdots + n\text{;}\) suku-suku pada ruas kiri saling menghapus dan hanya menyisakan \(T_n - T_0 = T_n\text{.}\)
Jika kita mengetahui cara menjumlahkan suku-suku barisan aritmetika, kita dapat menentukan rumus tertutup untuk barisan yang selisih-selisihnya merupakan suku-suku barisan aritmetika tersebut. Pertimbangkan cara menentukan jumlah 100 bilangan bulat positif pertama (yaitu \(T_{100}\)). Alih-alih menjumlahkannya secara berurutan, kita kelompokkan kembali dan jumlahkan \(1+100 = 101\text{.}\) Pasangan berikutnya adalah \(2+99 = 101\text{.}\) Kemudian \(3+98 = 101\text{.}\) Lanjutkan dengan cara yang sama. Kita memperoleh 50 pasangan yang masing-masing berjumlah \(101\text{,}\) sehingga \(T_{100} = 101\cdot 50 = 5050\text{.}\)
 1 
Gagasan ini biasanya dikaitkan dengan Carl Friedrich Gauss, salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa, yang menemukannya sewaktu kecil ketika guru sekolah dasarnya yang kurang menyenangkan bermaksud menyibukkan kelas dengan meminta mereka menghitung penjumlahan panjang tersebut.
Secara umum, dengan pengelompokan kembali seperti ini, kita memperoleh \(T_n = \frac{n(n+1)}{2}\text{.}\) Kebetulan, nilai ini tepat sama dengan \({n+1 \choose 2}\text{.}\) Hal itu masuk akal jika bilangan segitiga dipandang sebagai banyaknya jabat tangan yang terjadi pada pesta dengan \(n+1\) orang: orang pertama berjabat tangan dengan \(n\) orang, orang berikutnya melakukan \(n-1\) jabat tangan tambahan, dan seterusnya.
Inti pembahasan ini adalah bahwa beberapa barisan, meskipun bukan aritmetika maupun geometri, dapat ditafsirkan sebagai barisan jumlah parsial dari barisan aritmetika dan geometri. Untungnya, ada beberapa metode untuk menghitung jumlah-jumlah tersebut dengan cepat; metode itu akan kita pelajari dalam dua bagian berikutnya.

Pertanyaan Bacaan Pertanyaan Bacaan

1.

2.

Bagaimana cara menentukan apakah suatu barisan merupakan barisan jumlah parsial dari barisan aritmetika atau geometri? Deskripsikan cara Anda memeriksanya dengan menggunakan sebuah contoh.

3.

Pertanyaan apa yang Anda miliki? Tuliskan sedikitnya satu pertanyaan tentang isi bagian ini yang mungkin membuat Anda atau teman sekelas penasaran setelah membacanya.

Latihan Soal Latihan

1.

Perhatikan relasi rekurensi \(a_n = a_{n-1} + 9\text{.}\)
(a)
Tentukan lima suku pertama barisan yang didefinisikan oleh relasi rekurensi tersebut dan syarat awal \(a_0 = 16\text{.}\)
(b)
Tentukan rumus tertutup untuk barisan yang didefinisikan oleh relasi rekurensi tersebut dan syarat awal \(a_0 = 16\text{.}\)
\(a_n =\)
(c)
Tentukan lima suku pertama barisan lain yang juga didefinisikan oleh relasi rekurensi yang sama, tetapi kali ini dengan syarat awal \(a_0 = 3\text{.}\)
(d)
Tentukan rumus tertutup untuk barisan kedua ini.
\(a_n =\)

2.

Perhatikan relasi rekurensi \(a_n = 9a_{n-1}\text{.}\)
(a)
Tentukan lima suku pertama barisan yang didefinisikan oleh relasi rekurensi tersebut dan syarat awal \(a_0 = 9\text{.}\)
(b)
Tentukan rumus tertutup untuk barisan yang didefinisikan oleh relasi rekurensi tersebut dan syarat awal \(a_0 = 9\text{.}\)
\(a_n =\)
(c)
Tentukan lima suku pertama barisan lain yang juga didefinisikan oleh relasi rekurensi yang sama, tetapi kali ini dengan syarat awal \(a_0 = 12\text{.}\)
(d)
Tentukan rumus tertutup untuk barisan kedua ini.
\(a_n =\)

3.

Tentukan rumus tertutup untuk barisan yang dimulai dengan \(2, {4}, {8}, {16}, {32},\ldots\text{.}\) Anggap \(a_0 = 2\text{.}\)
\(a_n =\)

4.

Tentukan rumus tertutup untuk barisan yang dimulai dengan \(15, {18}, {21}, {24}, {27},\ldots\text{.}\) Anggap \(a_0 = 15\text{.}\)
\(a_n =\)

5.

Perhatikan barisan yang dimulai dengan \(3, 8, 13, 18, 23,\ldots\text{,}\) dengan \(a_0 = 3\text{.}\)
(a)
Manakah di antara pilihan berikut yang dapat menjadi definisi rekursif untuk barisan tersebut?
  • \(a_n = a_{n-1} + a_{n-2}\text{;}\) \(a_0 = 3\)
  • \(a_n = 5 \cdot a_{n-1}\text{;}\) \(a_0 = 3\)
  • \(a_n = a_{n-1} + 5\text{;}\) \(a_0 = 3\)
  • \(\displaystyle a_n = 3 \cdot 5^n\)
  • Tidak satu pun jawaban di atas
(b)
Tentukan rumus tertutup untuk barisan tersebut.
(c)
Apakah 2598 merupakan salah satu suku barisan tersebut?
  • Ya, bilangan tersebut adalah \(a_{518}\)
  • Ya, bilangan tersebut adalah \(a_{2598}\)
  • Tidak, bilangan tersebut lebih besar daripada 733
  • Tidak, bilangan tersebut berada di antara 2596 dan 2601
  • Ya, bilangan tersebut adalah \(a_{519}\)
  • Tidak satu pun jawaban di atas

6.

Pekerjaan musim panas Anda memberi upah 1.000 dolar AS per minggu. Upah tersebut naik 50 dolar AS setiap minggu sebagai bonus karena Anda terus bekerja. Berapa upah Anda pada minggu ke-10?

7.

Saudara perempuan Anda memperoleh upah 1.000 dolar AS per minggu dari pekerjaan musim panas. Upahnya naik 5% setiap minggu sebagai bonus karena ia terus bekerja. Berapa upahnya pada minggu ke-10?

8.

Tentukan \(x\) dan \(y\) agar \(125, x, y, 1\) menjadi bagian dari suatu barisan aritmetika.
\(x =\) , \(y =\)
Kemudian tentukan \(x\) dan \(y\) agar barisan tersebut menjadi bagian dari suatu barisan geometri.
\(x =\) , \(y =\)
(Peringatan: \(x\) dan \(y\) mungkin bukan bilangan bulat.)

9.

Tentukan \(x\) dan \(y\) agar \(5, x, y, 44\) menjadi bagian dari suatu barisan aritmetika.
\(x =\) , \(y =\)
Kemudian tentukan \(x\) dan \(y\) agar barisan tersebut menjadi bagian dari suatu barisan geometri.
\(x =\) , \(y =\)
(Peringatan: \(x\) dan \(y\) mungkin bukan bilangan bulat.)

Latihan Latihan Tambahan

1.

Misalkan saat ini mesin permen berisi tepat 650 butir Skittles, dan setiap kali seseorang memasukkan koin 25 sen AS, tepat 7 butir Skittles keluar dari mesin.
  1. Berapa butir Skittles yang tersisa di dalam mesin setelah 20 koin dimasukkan?
  2. Apakah pada suatu saat tidak ada satu pun butir Skittles yang tersisa di dalam mesin? Jelaskan.

2.

Apakah terdapat pasangan bilangan bulat \((a,b)\) sedemikian sehingga \(a, x_1, y_1, b\) merupakan bagian dari suatu barisan aritmetika dan \(a, x_2, y_2, b\) merupakan bagian dari suatu barisan geometri, dengan \(x_1, x_2, y_1, y_2\) semuanya bilangan bulat?

3.

Adakah barisan yang sekaligus aritmetika dan geometri? Jika ada, berapa banyak yang dapat Anda temukan? Jika tidak ada, jelaskan alasannya.

4.

Dimulai dari sembarang persegi panjang, kita dapat membuat persegi panjang baru yang lebih besar dengan menempelkan sebuah persegi pada sisi yang lebih panjang. Sebagai contoh, jika kita mulai dengan persegi panjang berukuran \(2\times 5\text{,}\) kita menempelkan persegi berukuran \(5\times 5\text{,}\) sehingga terbentuk persegi panjang berukuran \(5 \times 7\text{:}\)
Di sebelah kiri, sebuah persegi berukuran 5 kali 5 berada di sebelah kanan persegi panjang dengan alas 2 dan tinggi 5, dipisahkan oleh celah kecil. Sebuah panah mengarah ke kanan, tempat ditampilkan persegi panjang dengan alas 7 dan tinggi 5, termasuk garis putus-putus yang menunjukkan tempat persegi dan persegi panjang di sebelah kiri disatukan.
Persegi panjang berikutnya dibentuk dengan menempelkan persegi berukuran \(7 \times 7\) pada bagian atas atau bawah persegi panjang berukuran \(5\times 7\text{.}\)
  1. Buatlah barisan persegi panjang menurut aturan ini dengan memulai dari persegi panjang berukuran \(1\times 2\text{.}\) Kemudian, tuliskan barisan keliling persegi-persegi panjang tersebut (suku pertama barisan adalah 6 karena keliling persegi panjang berukuran \(1\times 2\) adalah 6; suku berikutnya adalah 10).
  2. Ulangi bagian di atas, kali ini dengan memulai dari persegi panjang berukuran \(1 \times 3\text{.}\)
  3. Tentukan rumus rekursif untuk setiap barisan keliling yang Anda peroleh pada bagian (a) dan (b). Jangan lupa berikan pula syarat awalnya.
  4. Apakah barisan-barisan tersebut aritmetika? Geometri? Jika bukan keduanya, apakah barisan-barisan itu hampir merupakan salah satunya (yaitu, apakah selisih atau rasionya nyaris konstan)? Jelaskan.

5.

Buktikan bahwa rumus tertutup untuk barisan geometri dengan suku awal \(a \ne 0\) dan rasio tetap \(r\) adalah \(a_n = a r^n\) dengan menggunakan metode teleskopik.
Petunjuk.
Kita dapat menuliskan relasi rekurensi sebagai \(\frac{a_n}{a_{n-1}} = r\text{.}\) Apa yang terjadi ketika Anda mengalikan semua versi relasi rekurensi ini (untuk nilai \(n\) yang berbeda-beda)?

6. Peneleskopan untuk Menentukan Jumlah.

Konteks lain tempat barisan muncul adalah kalkulus, ketika Anda mempelajari barisan dan deret (istilah dalam kalkulus untuk apa yang kita sebut barisan jumlah parsial). Beberapa teknik yang telah kita kembangkan di sini juga dapat diterapkan dalam konteks tersebut. Ini merupakan contoh jumlah teleskopik, serupa dengan metode teleskopik yang kita gunakan.
Perhatikan barisan \((a_n)_{n \ge 1}\) yang dimulai dengan
\begin{equation*} \frac{1}{1}, \frac{1}{3}, \frac{1}{6}, \frac{1}{10}, \frac{1}{15}, \ldots\text{.} \end{equation*}
Artinya, setiap suku merupakan kebalikan dari bilangan segitiga ke-\(n\text{.}\) Tentukan jumlah \(n\) suku pertama barisan ini:
\begin{equation*} \sum_{k=1}^n \frac{1}{T_k} = \frac{1}{1} + \frac{1}{3} + \frac{1}{6} + \frac{1}{10} + \cdots + \frac{1}{T_n}\text{.} \end{equation*}
Petunjuk.
Dengan menggunakan fakta bahwa \(T_n = \frac{n(n+1)}{2}\text{,}\) setiap suku dalam barisan adalah \(\frac{2}{n(n+1)}\text{.}\)
Apa hasil pengurangan pecahan berikut: \(\frac{2}{3}- \frac{2}{4}\text{,}\) atau \(\frac{2}{4}-\frac{2}{5}\text{?}\) Apa yang terjadi secara umum?

7.

Barisan geometri memiliki laju pertumbuhan tetap dalam arti bahwa rasio suku-suku berurutannya selalu sama. Namun, apa yang dapat kita katakan tentang selisih suku-suku berurutan dalam barisan geometri?
(a)
Perhatikan barisan geometri \(1, 2, 4, 8, 16, \ldots\text{.}\) Tentukan selisih antara suku-suku berurutan. Dengan kata lain, tentukan barisan selisihnya.
(b)
Tentukan rumus tertutup untuk barisan selisih tersebut. Kemudian, gunakan rumus tertutup ini untuk menentukan relasi rekurensi lain bagi barisan semula (selain \(a_n = 2a_{n-1}\)).
(c)
Ulangi kedua bagian di atas untuk barisan geometri lain pilihan Anda. Kemudian, jelaskan apa yang Anda temukan secara umum.

8.

Tidak satu pun barisan berikut merupakan barisan aritmetika ataupun geometri:
\begin{equation*} 1, 3, 6, 10, 15, \ldots \end{equation*}
\begin{equation*} 3, 5, 8, 12, 17, \ldots \end{equation*}
\begin{equation*} 0, 2, 5, 9, 14, \ldots \end{equation*}
Jelaskan kesamaan di antara barisan-barisan ini, lalu gunakan kesamaan tersebut untuk menentukan rumus tertutup bagi masing-masing barisan. Bagaimana hubungan antarrumus tertutupnya? Apa yang dapat Anda katakan secara umum?