Lewati ke konten utama
Gambar logo

Subbab 0.1 Apa itu Matematika Diskret?

dis·kret / dis’kret.
Adjektiva: Terpisah satu per satu dan berbeda.
Sinonim: terpisah - lepas - berbeda - abstrak.
Mendefinisikan matematika diskret itu sulit karena mendefinisikan matematika juga sulit. Apa itu matematika? Ilmu tentang bilangan? Sebagian memang demikian, tetapi Anda juga mempelajari fungsi, garis, segitiga, paralelepiped, vektor, dan …. Atau mungkin Anda ingin mengatakan bahwa matematika adalah kumpulan alat yang memungkinkan Anda memecahkan masalah. Masalah seperti apa? Ya, masalah yang melibatkan bilangan, fungsi, garis, segitiga, …. Apa pun pemahaman Anda tentang matematika, cobalah terapkan konsep “diskret” kepadanya, sebagaimana didefinisikan di atas. Sebagian matematika pada dasarnya membahas hal-hal yang terpisah satu per satu dan berbeda.
Dalam kuliah aljabar atau kalkulus, Anda mungkin pernah menjumpai suatu himpunan bilangan tertentu (mungkin himpunan tersebut merupakan daerah hasil suatu fungsi). Anda akan menyatakan himpunan ini sebagai suatu interval: \([0,\infty)\) adalah daerah hasil \(f(x) = x^2\) karena himpunan keluaran fungsi tersebut mencakup semua bilangan real yang lebih besar dari atau sama dengan 0. Himpunan bilangan ini TIDAK diskret. Bilangan-bilangan dalam himpunan tersebut sama sekali tidak benar-benar terpisah. Bahkan, ambillah sembarang dua bilangan dalam himpunan itu; di antara keduanya terdapat tak terhingga banyak bilangan lain yang juga termasuk dalam himpunan tersebut.
Matematika diskret tetap dapat mengajukan pertanyaan tentang daerah hasil suatu fungsi, tetapi himpunannya bukan berupa interval. Perhatikan fungsi yang memberikan jumlah anak dari setiap orang yang membaca ini. Apa daerah hasilnya? Saya menduga kira-kira \(\{0, 1, 2, 3, 4\}\text{.}\) Mungkin 5 atau 6 juga termasuk.
 1 
Bahkan bilangan asli yang lebih besar untuk nenek tua yang tinggal di dalam sepatu.
Namun, tentu tidak seorang pun yang membaca ini memiliki 1.32419 anak. Himpunan keluaran ini memang diskret karena unsur-unsurnya terpisah. Masukan fungsi tersebut juga membentuk himpunan diskret karena setiap masukan adalah seorang individu.
Ada banyak objek matematika diskret selain himpunan bilangan; beberapa di antaranya akan kita perkenalkan dalam Subbab 0.2. Mempelajari struktur diskret ini merupakan fokus utama matematika diskret dan buku ini. Namun, kita ingin mempelajari struktur-struktur ini karena struktur tersebut menyediakan cara untuk memodelkan masalah “dunia nyata”.
 2 
Harus diakui bahwa banyak masalah yang dibahas dalam buku ini sengaja direkayasa dan jelas bersifat fiktif, tetapi semoga Anda dapat melihat bagaimana masalah-masalah sederhana ini dapat digeneralisasi sehingga benar-benar merepresentasikan masalah yang penting bagi orang-orang dalam kenyataan.
Untuk memperoleh gambaran tentang bidang ini, mari kita perhatikan jenis-jenis masalah yang Anda pecahkan dalam matematika diskret. Berikut beberapa contoh sederhana:
Selidiki!
Catatan: Di sepanjang buku ini Anda akan menjumpai kegiatan Selidiki! seperti kegiatan berikut. Jawablah pertanyaan-pertanyaannya sebaik mungkin agar Anda memperoleh gambaran tentang materi yang akan dibahas selanjutnya.
  1. Matematikawan paling populer di dunia mengadakan pesta untuk semua temannya. Untuk membuka acara, mereka memutuskan bahwa semua orang harus berjabat tangan. Dengan mengandaikan bahwa kesepuluh orang di pesta itu masing-masing berjabat tangan dengan setiap orang lain (tetapi tentu saja tidak dengan dirinya sendiri) tepat satu kali, berapa banyak jabat tangan yang terjadi?
  2. Dalam acara pemanasan Kontes Makan Hot Dog Para Bintang Oscar, Al memakan satu hot dog. Bob kemudian mengunggulinya dengan memakan tiga hot dog. Tidak mau kalah, Carl memakan lima. Hal ini berlanjut dengan setiap peserta memakan dua hot dog lebih banyak daripada peserta sebelumnya. Berapa banyak hot dog yang dimakan Zeno (peserta ke-26 sekaligus peserta terakhir)? Berapa jumlah seluruh hot dog yang dimakan?
  3. Setelah menggali selama berminggu-minggu, akhirnya Anda tiba di ruang pemakaman. Ruangan itu kosong kecuali dua peti besar. Pada masing-masing peti terukir sebuah pesan (anehnya dalam bahasa Indonesia):
    Tepat satu dari kedua peti ini berisi harta karun, sedangkan peti lainnya dipenuhi kalajengking abadi yang mematikan.
    Untuk masing-masing peti, jika pesan pada peti itu benar, maka peti tersebut berisi harta karun.
    Masalahnya, Anda tidak tahu apakah pesan-pesan tersebut benar atau salah. Apa yang akan Anda lakukan?
  4. Pada zaman dahulu kala, lima kota kecil memutuskan untuk membangun jalan yang langsung menghubungkan setiap pasangan kota. Walaupun kota-kota itu memiliki banyak uang untuk membangun jalan sepanjang dan berkelok-kelok sesuka mereka, sangatlah penting agar jalan-jalan itu tidak berpotongan satu sama lain (karena rambu berhenti belum ditemukan). Selain itu, terowongan dan jembatan tidak diizinkan karena alasan moral. Mungkinkah setiap kota tersebut membangun jalan menuju masing-masing dari keempat kota lainnya tanpa membuat satu pun perpotongan?
Ketika mempertimbangkan masalah-masalah di atas, jangan khawatir jika penyelesaiannya belum tampak jelas bagi Anda. Di sini kita lebih tertarik pada jenis informasi yang diperlukan agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagaimana kita dapat merepresentasikan situasi itu menggunakan objek-objek yang terpisah satu per satu dan berbeda? Jangan lanjutkan membaca sebelum setidaknya memikirkan hal ini untuk setiap pertanyaan.
Siap? Berikut beberapa hal yang mungkin telah Anda pikirkan:
  1. Orang-orang di pesta tersebut adalah individu-individu. Kita dapat mempertimbangkan himpunan orang-orang itu. Kita juga dapat mempertimbangkan himpunan pasangan orang, karena tepat dua orang diperlukan untuk berjabat tangan. Jadi, pertanyaan sesungguhnya adalah: berapa banyak pasangan yang dapat dibuat menggunakan unsur-unsur dari himpunan beranggota 10?
    Sebagai contoh, jika ada tiga orang di pesta tersebut, yang praktis saja kita beri nama \(1\text{,}\) \(2\text{,}\) dan \(3\text{,}\) maka pasangan-pasangannya adalah \((1,2)\text{,}\) \((1,3)\text{,}\) dan \((2,3)\text{.}\) Atau perlukah kita menyertakan pula \((2,1)\text{,}\) \((3,1)\text{,}\) dan \((3,2)\text{?}\)
  2. Untuk menghitung banyaknya hot dog yang dimakan, baik oleh seorang individu maupun secara keseluruhan, kita dapat menggunakan barisan bilangan bulat. Suku ke-\(n\) dalam barisan tersebut dapat menyatakan banyaknya hot dog yang dimakan oleh peserta ke-\(n\text{.}\) Kita dapat mempertimbangkan barisan kedua, yang juga terdiri atas bilangan bulat, yang memberikan jumlah keseluruhan hot dog yang dimakan bersama-sama oleh \(n\) peserta pertama.
    Dengan demikian, penyelesaian masalah tersebut adalah nilai suku ke-26 dalam barisan. Untuk membantu menemukannya, kita dapat mempertimbangkan laju pertumbuhan barisan-barisan tersebut serta bagaimana kedua barisan itu saling berhubungan.
  3. Pertanyaan logika juga termasuk dalam cakupan matematika diskret: Setiap pernyataan dapat memiliki nilai Benar atau Salah (tanpa kemungkinan di antaranya). Untuk menjawab pertanyaan seperti persoalan peti berisi kalajengking, kita harus memahami struktur pernyataan serta bagaimana nilai kebenaran bagian-bagian pernyataan saling berinteraksi untuk menentukan nilai kebenaran seluruh pernyataan.
  4. Pertanyaan terakhir membahas struktur diskret yang disebut graf, yang tidak boleh disamakan dengan grafik suatu fungsi atau himpunan titik. Kita dapat menggunakan graf untuk menyatakan unsur-unsur mana dalam suatu himpunan (atau kota-kota mana) yang saling berhubungan (atau terhubung oleh jalan). Dalam kasus ini, pertanyaannya menjadi: dapatkah kita menggambar graf dengan lima simpul (kota) dan sepuluh sisi (jalan) sedemikian sehingga tidak ada dua sisi yang berpotongan?
Keempat masalah di atas menggambarkan empat topik utama buku ini: kombinatorika (teori tentang cara berbagai hal dikombinasikan; khususnya, cara menghitung kemungkinan-kemungkinan tersebut), barisan, logika simbolik, dan teori graf. Namun, ada topik-topik lain yang juga dianggap sebagai bagian dari matematika diskret, termasuk ilmu komputer, aljabar abstrak, teori bilangan, teori permainan, probabilitas, dan geometri (beberapa di antaranya, terutama dua yang terakhir, memiliki versi diskret maupun nondiskret).
Pada akhirnya, cara terbaik untuk mempelajari matematika diskret adalah dengan mengerjakannya. Mari kita mulai! Sebelum mulai menjawab masalah-masalah yang lebih rumit (dan menyenangkan), kita akan meninjau secara sangat singkat jenis-jenis struktur diskret yang akan kita gunakan.

Pertanyaan Bacaan Pertanyaan Bacaan

Setiap bagian buku ini akan diakhiri dengan beberapa Pertanyaan Bacaan seperti yang terdapat di bawah ini. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirancang untuk membantu Anda merenungkan apa yang telah Anda baca. Secara khusus, pertanyaan bacaan terakhir meminta Anda mengajukan pertanyaan Anda sendiri. Memikirkan apa yang belum Anda ketahui merupakan cara yang sangat baik untuk memperdalam pemahaman atas apa yang sudah Anda ketahui.

1.

Saat ini, bagaimana Anda akan menjelaskan pokok bahasan matematika diskret jika Anda sedang menceritakan mata kuliah yang Anda ikuti kepada teman-teman? Tulislah satu atau dua kalimat.

2.

Pertanyaan apa yang Anda miliki setelah membaca bagian ini? Tulislah setidaknya satu pertanyaan tentang isi bagian ini yang membuat Anda penasaran.