Subbagian Pratinjau Bagian
Selidiki!
Pada masa Euler, di kota Königsberg, Prusia, terdapat sebuah sungai dengan dua pulau. Pulau-pulau tersebut terhubung dengan tepian sungai melalui tujuh jembatan (seperti terlihat di bawah). Jembatan-jembatan itu sangat indah, dan pada hari libur, warga kota menghabiskan waktu dengan berjalan melintasinya. Seiring berjalannya waktu, muncul sebuah pertanyaan: Dapatkah direncanakan suatu perjalanan yang melintasi setiap jembatan tepat satu kali? Euler berhasil menjawab pertanyaan ini. Dapatkah Anda?
Teori graf merupakan bidang matematika yang relatif baru, yang pertama kali dipelajari oleh matematikawan sangat terkenal Leonhard Euler pada tahun 1735. Sejak saat itu, teori graf berkembang menjadi alat yang ampuh dan digunakan di hampir setiap cabang ilmu pengetahuan, serta kini menjadi bidang penelitian matematika yang aktif.
Masalah di atas, yang dikenal sebagai
Tujuh Jembatan Königsberg, merupakan masalah yang mula-mula mengilhami teori graf. Perhatikan suatu masalah yang “berbeda”: Di bawah ini terdapat gambar empat titik yang dihubungkan oleh beberapa garis. Dapatkah setiap garis ditelusuri tepat satu kali (tanpa mengangkat pensil, dengan mulai dan berakhir pada sebuah titik)?
Terdapat hubungan yang jelas antara kedua masalah ini. Setiap lintasan pada gambar titik dan garis berpadanan tepat dengan suatu lintasan melalui jembatan-jembatan Königsberg.
Gambar seperti gambar titik dan garis ini disebut
graf (meskipun secara teknis, gambar di atas adalah sebuah
multigraf). Graf tersusun atas sekumpulan titik yang disebut
simpul dan garis yang menghubungkan titik-titik tersebut, yang disebut
sisi. Ketika dua simpul dihubungkan oleh sebuah sisi, kita mengatakan bahwa keduanya
bertetangga. Keuntungan mengamati graf alih-alih gambar sungai, pulau, dan jembatan adalah bahwa sekarang kita memiliki objek matematis untuk dipelajari. Kita telah menyaring bagian-bagian yang “penting” dari gambar jembatan bagi masalah tersebut. Tidak menjadi persoalan seberapa besar pulau-pulaunya, dari bahan apa jembatan-jembatannya dibuat, apakah sungainya berisi buaya, dan sebagainya. Yang penting hanyalah daratan mana yang terhubung dengan daratan lainnya, dan berapa kali. Inilah wawasan penting Euler.
Kita akan kembali membahas pencarian lintasan dalam graf pada
Subbab 2.4. Pada bagian ini, kita akan mengeksplorasi berbagai cara graf dapat digunakan untuk merepresentasikan, atau
memodelkan, masalah dunia nyata. Dalam prosesnya, kita akan memperkenalkan beberapa definisi, istilah, dan notasi dasar yang akan digunakan pada bagian-bagian selanjutnya dalam bab ini.
Lembar Kerja Aktivitas Pratinjau
Untuk memahami graf dan jenis pertanyaan yang ingin kita ajukan mengenainya, mari kita pelajari empat contoh graf.
| \(a\) |
\(b, c\) |
| \(b\) |
\(a,f\) |
| \(c\) |
\(a, d, e\) |
| \(d\) |
\(c,e,f\) |
| \(e\) |
\(c,d\) |
| \(f\) |
\(b,d\) |
\begin{equation*}
\begin{pmatrix}
0 \amp 0 \amp 1 \amp 0 \amp 1 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \\
1 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 0 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \amp 1 \\
1 \amp 0 \amp 0 \amp 1 \amp 0 \amp 0 \\
0 \amp 1 \amp 0 \amp 1 \amp 0 \amp 0
\end{pmatrix}
\end{equation*}
Graf
\(G_3\) disajikan sebagai
daftar ketetanggaan, yaitu setiap simpul diberi daftar simpul-simpul lain yang bertetangga dengannya. Graf
\(G_4\) disajikan sebagai
matriks ketetanggaan, yaitu baris dan kolom berpadanan dengan simpul-simpul, dan entrinya bernilai 1 jika kedua simpul bertetangga dan 0 jika tidak. Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah, mungkin akan membantu jika Anda menggambar representasi yang lebih lazim dari graf-graf ini.
1.
2.
3.
4.
5.
Subbagian Apa Itu Graf?
Sebelum mulai mempelajari graf, kita perlu menyepakati apa yang dimaksud dengan graf. Meskipun kita hampir selalu membayangkan graf sebagai gambar (titik-titik yang dihubungkan oleh garis), gambaran ini cukup ambigu. Haruskah garis-garisnya lurus? Apakah panjang garis atau besar titik berpengaruh? Dapatkah ada dua garis yang menghubungkan pasangan titik yang sama? Dapatkah satu garis menghubungkan tiga titik?
Cara kita menghindari ambiguitas dalam matematika adalah dengan memberikan
definisi yang konkret dan cermat. Merumuskan definisi yang baik tidaklah mudah, tetapi sangat penting. Definisi merupakan titik awal yang disepakati dan menjadi landasan bagi semua kebenaran dalam matematika. Adakah graf tanpa sisi? Kita harus melihat definisinya untuk mengetahui apakah hal ini mungkin.
Kita menginginkan definisi yang tepat dan tidak ambigu, tetapi definisi itu juga harus selaras dengan intuisi kita tentang objek yang dipelajari. Definisi tersebut harus berguna: Kita
dapat saja mendefinisikan graf sebagai mamalia berkaki enam, tetapi definisi itu tidak akan membantu kita menyelesaikan masalah tentang jembatan. Sebagai gantinya, berikut adalah definisi graf yang kini menjadi standar.
Definisi 2.1.1. Graf.
Sebuah
graf adalah pasangan terurut
\(G = (V, E)\) yang terdiri atas himpunan tak kosong
\(V\) (disebut himpunan
simpul) dan himpunan
\(E\) (disebut himpunan
sisi) yang anggotanya merupakan subhimpunan dua unsur dari
\(V\text{.}\)
Aneh. Definisi tersebut sama sekali tidak menyebut titik atau garis. Berdasarkan definisi itu, sebuah graf dapat berupa
\begin{equation*}
(\{a,b,c,d\}, \{\{a,b\}, \{a,c\}, \{b,c\}, \{b,d\}, \{c,d\}\})\text{.}
\end{equation*}
Di sini kita memiliki graf dengan empat simpul (huruf-huruf \(a, b, c, d\)) dan lima sisi (pasangan-pasangan \(\{a,b\},
\{a,c\}, \{b,c\}, \{b,d\}, \{c,d\})\)).
Mengamati himpunan dan himpunan yang beranggotakan himpunan dua unsur sulit dipahami. Karena itu, kita sering menggambar representasi himpunan-himpunan tersebut. Kita menempatkan satu titik untuk setiap simpul dan menghubungkan dua titik dengan garis tepat ketika kedua simpul itu merupakan salah satu subhimpunan dua unsur dalam himpunan sisi kita. Jadi, salah satu cara menggambar graf yang dideskripsikan di atas adalah sebagai berikut:
Namun, kita juga dapat menggambar graf tersebut dengan cara berbeda. Misalnya, salah satu dari dua gambar berikut:
Kita perlu berhati-hati mengenai arti dua graf yang “sama.” Sebenarnya, berdasarkan definisi kita, hal ini mudah: Apakah himpunan simpulnya sama? Apakah himpunan sisinya sama? Kita mengetahui arti kesamaan dua himpunan, dan graf tidak lain adalah pasangan dari dua jenis himpunan khusus.
Contoh 2.1.2.
Apakah graf-graf di bawah ini sama?
\begin{equation*}
G_1 = (\{a,b,c\}, \{\{a,b\}, \{b,c\}\}); \qquad G_2 = (\{a,b,c\}, \{\{a,c\}, \{c, b\}\})\text{.}
\end{equation*}
Penyelesaian.
Tidak. Di sini himpunan simpul kedua graf sama, yang merupakan awal yang baik. Selain itu, kedua graf memiliki dua sisi. Pada graf pertama, kita memiliki sisi
\(\{a,b\}\) dan
\(\{b,c\}\text{,}\) sedangkan pada graf kedua kita memiliki sisi
\(\{a,c\}\) dan
\(\{c,b\}\text{.}\) Tentu saja,
\(\{b,c\} = \{c,b\}\text{,}\) jadi itu bukan masalahnya. Masalahnya adalah
\(\{a,b\} \ne
\{a,c\}\text{.}\) Karena himpunan sisi kedua graf tidak sama (sebagai himpunan), graf-graf tersebut tidak sama (sebagai graf).
Meskipun dua graf tidak
sama, keduanya mungkin
pada dasarnya sama. Graf-graf pada contoh sebelumnya dapat digambar seperti berikut:
Graf-graf yang pada dasarnya sama (tetapi mungkin tidak setara) disebut
isomorfik. Kita akan memberikan definisi tepat bagi istilah ini setelah sebuah contoh singkat:
Contoh 2.1.3.
Perhatikan graf-graf berikut:
\begin{equation*}
G_1 = (V_1, E_1) \text{ dengan }
V_1 = \{a, b, c\} \text{ dan } E_1 = \{\{a,b\}, \{a,c\}, \{b,c\}\};
\end{equation*}
\begin{equation*}
G_2 = (V_2, E_2) \text{ dengan }
V_2 = \{u,v,w\} \text{ dan }E_2 = \{\{u,v\}, \{u,w\}, \{v,w\}\}.
\end{equation*}
Apakah graf-graf ini sama?
Penyelesaian.
Kedua graf tersebut TIDAK sama. Cukup perhatikan bahwa
\(V_1 \ne V_2\) karena
\(a \in V_1\text{,}\) tetapi
\(a \notin V_2\text{.}\) Namun, kedua graf tersebut terdiri atas tiga simpul dengan sisi yang menghubungkan setiap pasangan simpul. Kita dapat menggambarnya sebagai berikut:
Jelas bahwa kita ingin mengatakan kedua graf ini pada dasarnya sama; jadi meskipun tidak setara, keduanya
isomorfik. Kita dapat mengganti nama simpul-simpul pada satu graf dan memperoleh graf kedua sebagai hasilnya.
Secara intuitif, graf-graf disebut
isomorfik jika pada dasarnya sama, atau lebih tepatnya, jika keduanya sama kecuali nama simpul-simpulnya. Untuk merumuskan konsep penggantian nama simpul secara tepat, kita memberikan definisi berikut:
Definisi 2.1.4.
Sebuah
isomorfisme antara dua graf
\(G_1\) dan
\(G_2\) adalah bijeksi
\(f:V_1
\to V_2\) antara simpul-simpul kedua graf sedemikian sehingga
\(\{a,b\}\) merupakan sisi di
\(G_1\) jika dan hanya jika
\(\{f(a), f(b)\}\) merupakan sisi di
\(G_2\text{.}\)
Dua graf disebut
isomorfik jika terdapat isomorfisme di antara keduanya. Dalam hal ini kita menulis
\(G_1 \isom G_2\text{.}\)
Isomorfisme tidak lain adalah fungsi yang mengganti nama simpul-simpul. Fungsi tersebut harus berupa bijeksi agar setiap simpul memperoleh nama baru. Simpul-simpul yang baru dinamai ini harus dihubungkan oleh sisi tepat ketika simpul-simpul tersebut dihubungkan oleh sisi saat menggunakan nama lamanya.
Contoh 2.1.5.
Tentukan apakah graf
\(G_1 = (V_1, E_1)\) dan
\(G_2 = (V_2, E_2)\) sama atau isomorfik.
\(V_1 = \{a,b,c,d\}\text{,}\) \(E_1 =
\{\{a,b\}, \{a,c\}, \{a,d\}, \{c,d\}\}\)
\(V_2 = \{a,b,c,d\}\text{,}\) \(E_2 = \{\{a,b\},
\{a,c\}, \{b,c\}, \{c,d\}\}\)
Penyelesaian.
Kedua graf TIDAK sama, karena
\(\{a,d\}
\in E_1\text{,}\) tetapi
\(\{a,d\} \notin E_2\text{.}\) Namun, karena kedua graf memuat banyak simpul dan sisi yang sama, keduanya
mungkin isomorfik (hal ini belum cukup dalam kebanyakan kasus, tetapi merupakan awal yang baik).
Kita dapat mencoba membangun sebuah isomorfisme. Misalkan kita menetapkan
\(f(a) = b\text{,}\) \(f(b) = c\text{,}\) \(f(c) = d\text{,}\) dan
\(f(d) = a\text{.}\) Fungsi ini jelas merupakan bijeksi, tetapi untuk memastikan bahwa fungsi tersebut merupakan isomorfisme, kita harus memastikan bahwa fungsi itu
mempertahankan relasi sisi. Di
\(G_1\text{,}\) simpul
\(a\) dan
\(b\) dihubungkan oleh sebuah sisi. Di
\(G_2\text{,}\) \(f(a) = b\) dan
\(f(b) = c\) dihubungkan oleh sebuah sisi. Sejauh ini baik, tetapi kita harus memeriksa tiga sisi lainnya. Sisi
\(\{a,c\}\) di
\(G_1\) berpadanan dengan
\(\{f(a),
f(c)\} = \{b,d\}\text{,}\) tetapi di sini timbul masalah. Tidak ada sisi antara
\(b\) dan
\(d\) di
\(G_2\text{.}\) Jadi,
\(f\) BUKAN isomorfisme.
Namun, harapan belum hilang. Hanya karena
\(f\) bukan isomorfisme, bukan berarti sama sekali tidak ada isomorfisme. Kita dapat mencoba lagi. Pada tahap ini, menggambar graf-graf tersebut mungkin membantu untuk melihat bagaimana keduanya seharusnya dipadankan.
Sebagai alternatif, perhatikan bahwa di
\(G_1\text{,}\) simpul
\(a\) bertetangga dengan setiap simpul lainnya. Di
\(G_2\text{,}\) juga terdapat simpul dengan sifat ini, yaitu
\(c\text{.}\) Jadi, bangun bijeksi
\(g:V_1
\to V_2\) dengan terlebih dahulu mendefinisikan
\(g(a) = c\text{.}\) Selanjutnya, ke mana
\(b\) harus dipetakan? Di
\(G_1\text{,}\) simpul
\(b\) hanya bertetangga dengan simpul
\(a\text{.}\) Tepat ada satu simpul seperti ini di
\(G_2\text{,}\) yaitu
\(d\text{.}\) Jadi tetapkan
\(g(b) = d\text{.}\) Untuk dua simpul terakhir, dalam contoh ini kita bebas memilih: tetapkan
\(g(c) = b\) dan
\(g(d) = a\) (menukar keduanya juga tidak menjadi masalah).
Kita perlu memeriksa bahwa fungsi ini benar-benar merupakan isomorfisme. Fungsi ini jelas bijektif. Kita harus memastikan bahwa sisi-sisinya dipertahankan. Empat sisi di \(G_1\) adalah
\begin{equation*}
\{a,b\}, \{a,c\}, \{a,d\}, \{c,d\}\text{.}
\end{equation*}
Di bawah isomorfisme yang diusulkan, sisi-sisi tersebut menjadi
\begin{equation*}
\{g(a), g(b)\}, \{g(a), g(c)\}, \{g(a), g(d)\}, \{g(c), g(d)\}
\end{equation*}
\begin{equation*}
\{c,d\}, \{c,b\}, \{c,a\}, \{b,a\}\text{,}
\end{equation*}
yang tepat merupakan sisi-sisi di \(G_2\text{.}\) Jadi, \(g\) adalah isomorfisme, sehingga \(G_1 \cong G_2\)
Kadang-kadang kita akan membahas graf dengan nama khusus (seperti
\(K_n\) atau
graf Petersen) atau mungkin menggambar graf tanpa label. Dalam hal ini, sebenarnya kita merujuk pada
semua graf yang isomorfik dengan setiap salinan graf khusus tersebut. Kumpulan graf yang isomorfik sering disebut
kelas isomorfisme.
Ada hubungan lain di antara graf yang kita perhatikan, selain kesamaan dan sifat isomorfik. Sebagai contoh, bandingkan pasangan graf berikut:
Kedua graf ini jelas tidak isomorfik, tetapi perhatikan bahwa graf di kanan tampak seperti bagian dari graf di kiri, khususnya jika kita menggambarnya seperti berikut:
Kita ingin mengatakan bahwa graf yang lebih kecil merupakan
subgraf dari graf yang lebih besar.
Kita perlu memberikan definisi yang cermat mengenai hal ini. Sebenarnya, terdapat dua pengertian yang masuk akal tentang makna subgraf.
Definisi 2.1.6. Subgraf.
Kita mengatakan bahwa
\(G' = (V', E')\) merupakan
subgraf dari
\(G = (V, E)\text{,}\) dan menulis
\(G' \subseteq G\text{,}\) jika
\(V' \subseteq V\) dan
\(E' \subseteq E\text{.}\)
Kita mengatakan bahwa
\(G' = (V', E')\) merupakan
subgraf terinduksi dari
\(G = (V, E)\) jika
\(V' \subseteq V\) dan setiap sisi di
\(E\) yang simpul-simpulnya masih berada di
\(V'\) juga merupakan sisi di
\(E'\text{.}\)
Perhatikan bahwa setiap subgraf terinduksi juga merupakan subgraf biasa, tetapi kebalikannya tidak selalu berlaku. Bayangkan subgraf sebagai hasil penghapusan beberapa simpul dan sisi dari graf yang lebih besar. Agar subgraf tersebut merupakan subgraf terinduksi, kita masih dapat menghapus simpul, tetapi sekarang kita hanya menghapus sisi-sisi yang memuat simpul yang dihapus.
Contoh 2.1.7.
Perhatikan graf-graf berikut:
Di sini
\(G_2\) dan
\(G_3\) merupakan subgraf dari
\(G_1\text{.}\) Namun, hanya
\(G_2\) yang merupakan subgraf
terinduksi. Setiap sisi di
\(G_1\) yang menghubungkan simpul-simpul dalam
\(G_2\) juga merupakan sisi di
\(G_2\text{.}\) Di
\(G_3\text{,}\) sisi
\(\{a,b\}\) berada di
\(E_1\text{,}\) tetapi tidak di
\(E_3\text{,}\) meskipun simpul
\(a\) dan
\(b\) berada di
\(V_3\text{.}\)
Graf
\(G_4\) BUKAN subgraf dari
\(G_1\text{,}\) meskipun tampaknya kita hanya menghapus simpul
\(e\text{.}\) Alasannya, di
\(E_4\) terdapat sisi
\(\{c,f\}\text{,}\) tetapi sisi ini bukan anggota
\(E_1\text{,}\) sehingga syarat
\(E_4
\subseteq E_1\) tidak terpenuhi.
Kembali ke beberapa definisi dasar teori graf. Perhatikan bahwa semua graf yang telah kita gambar di atas memiliki sifat bahwa tidak ada pasangan simpul yang dihubungkan lebih dari satu kali, dan tidak ada simpul yang terhubung dengan dirinya sendiri. Graf seperti ini kadang-kadang disebut
sederhana, meskipun kita cukup menyebutnya
graf. Hal ini karena definisi graf kita menyatakan bahwa sisi-sisi membentuk suatu himpunan subhimpunan dua unsur dari himpunan simpul. Ingat bahwa tidak masuk akal mengatakan suatu himpunan memuat sebuah unsur lebih dari satu kali. Jadi, tidak ada pasangan simpul yang dapat dihubungkan oleh sisi lebih dari satu kali. Selain itu, karena setiap sisi harus berupa himpunan yang memuat dua simpul, satu simpul tidak dapat dihubungkan dengan dirinya sendiri oleh sebuah sisi.
Meskipun demikian, ada kalanya kita ingin mempertimbangkan sisi rangkap (atau lebih) dan gelang berupa satu sisi. Sebagai contoh, “graf” yang kita gambar untuk masalah Jembatan Königsberg memiliki sisi rangkap karena memang ada dua jembatan yang menghubungkan suatu pulau tertentu dengan tepi sungai terdekat. Objek-objek ini kita sebut
multigraf. Nama ini tepat:
Multihimpunan adalah himpunan yang memperbolehkan satu unsur dicantumkan beberapa kali.
Graf-graf di atas juga
terhubung: Anda dapat berpindah dari satu simpul ke simpul lainnya dengan mengikuti suatu lintasan sisi. Graf yang tidak terhubung dapat dianggap sebagai dua graf terpisah yang digambar berdekatan. Sebagai contoh, graf berikut TIDAK terhubung karena tidak ada lintasan dari
\(a\) ke
\(b\text{:}\)
Simpul-simpul dalam suatu graf tidak selalu memiliki sisi di antaranya. Jika kita menambahkan semua sisi yang mungkin, graf yang dihasilkan disebut
lengkap. Artinya, suatu graf lengkap jika setiap pasangan simpul dihubungkan oleh sebuah sisi. Karena suatu graf sepenuhnya ditentukan oleh simpul mana yang bertetangga dengan simpul lainnya, hanya ada satu graf lengkap dengan banyak simpul tertentu. Kita memberi graf-graf tersebut nama khusus:
\(K_n\) adalah graf lengkap dengan
\(n\) simpul.
Setiap simpul di
\(K_n\) bertetangga dengan
\(n-1\) simpul lainnya. Kita menyebut banyaknya sisi yang memancar dari suatu simpul sebagai
derajat simpul tersebut. Jadi, setiap simpul di
\(K_n\) berderajat
\(n-1\text{.}\) Berapa banyak sisi yang dimiliki
\(K_n\text{?}\) Orang mungkin menduga jawabannya
\(n(n-1)\text{,}\) karena kita menghitung
\(n-1\) sisi sebanyak
\(n\) kali (satu kali untuk setiap simpul). Namun, setiap sisi bersisian dengan 2 simpul, sehingga kita menghitung setiap sisi tepat dua kali. Jadi, terdapat
\(n(n-1)/2\) sisi di
\(K_n\text{.}\) Sebagai alternatif, kita dapat mengatakan terdapat
\({n \choose 2}\) sisi, karena untuk menggambar sebuah sisi kita harus memilih 2 dari
\(n\) simpul.
Secara umum, jika kita mengetahui derajat semua simpul dalam suatu graf, kita dapat menentukan banyaknya sisi. Jumlah derajat semua simpul akan selalu sama dengan
dua kali banyaknya sisi, karena setiap sisi menambah derajat dua simpul. Perhatikan bahwa hal ini berarti jumlah derajat semua simpul dalam setiap graf harus genap!
Ini adalah contoh pertama kita tentang hasil umum yang berlaku bagi semua graf. Hasil ini tampak sederhana, tetapi kita akan menggunakannya untuk membuktikan berbagai pernyataan lain. Jadi, mari kita beri nama dan nyatakan hasil tersebut secara formal.
Lema 2.1.8. Lema Jabat Tangan.
Dalam setiap graf, jumlah derajat simpul-simpul dalam graf selalu sama dengan dua kali banyaknya sisi.
Lema jabat tangan kadang-kadang disebut rumus jumlah derajat, dan dapat ditulis secara simbolis sebagai
\begin{equation*}
\sum_{v\in V} d(v) = 2e\text{.}
\end{equation*}
Di sini kita menggunakan notasi \(d(v)\) untuk derajat simpul \(v\text{.}\)
Salah satu kegunaan lema ini adalah menentukan banyaknya sisi dalam suatu graf. Untuk melakukannya, Anda harus diberi
barisan derajat graf tersebut (atau dapat menentukannya dari informasi lain). Barisan ini memuat derajat setiap simpul dalam graf, dan umumnya ditulis dalam urutan tak-menaik.
Contoh 2.1.9.
Berapa banyak simpul dan sisi yang harus dimiliki suatu graf jika barisan derajatnya adalah
\begin{equation*}
(4, 4, 3, 3, 3, 2, 1)\text{?}
\end{equation*}
Penyelesaian.
Banyaknya simpul mudah ditentukan. Nilainya sama dengan banyaknya derajat dalam barisan, yaitu 7. Untuk menentukan banyaknya sisi, kita menghitung jumlah derajat
\begin{equation*}
4 + 4 + 3 + 3 + 3 + 2 + 1 = 20\text{,}
\end{equation*}
sehingga banyaknya sisi adalah setengah dari nilai tersebut, yaitu 10.
Lema jabat tangan juga memberi tahu kita apa yang tidak mungkin.
Contoh 2.1.10.
Dalam suatu seminar matematika baru-baru ini, 9 matematikawan saling menyapa dengan berjabat tangan. Mungkinkah setiap matematikawan berjabat tangan dengan tepat 7 orang dalam seminar tersebut?
Penyelesaian.
Tampaknya hal ini mungkin. Setiap matematikawan memilih satu orang yang tidak diajak berjabat tangan. Namun, hal ini tidak dapat terjadi. Kita sedang menanyakan apakah suatu graf dengan 9 simpul dapat memiliki setiap simpul berderajat 7. Jika graf semacam itu ada, jumlah derajat simpul-simpulnya adalah
\(9\cdot 7 = 63\text{.}\) Nilai ini seharusnya dua kali banyaknya sisi (jabat tangan), sehingga graf tersebut memiliki
\(31.5\) sisi. Hal itu mustahil. Jadi, setidaknya satu (bahkan sejumlah ganjil) matematikawan pasti berjabat tangan dengan
orang dalam jumlah genap dalam seminar tersebut.
Kita dapat menggeneralisasi contoh sebelumnya untuk memperoleh proposisi berikut.
Proposisi 2.1.11.
Dalam setiap graf, banyaknya simpul yang berderajat ganjil harus genap.
Bukti.
Misalkan terdapat graf dengan banyak simpul berderajat ganjil yang ganjil. Maka jumlah derajat dalam graf tersebut akan ganjil, yang mustahil menurut lema jabat tangan.
Kita akan membahas penerapan lebih lanjut dari lema jabat tangan dalam latihan.
Satu definisi terakhir: Kita mengatakan suatu graf
bipartit jika simpul-simpulnya dapat dibagi menjadi dua himpunan,
\(A\) dan
\(B\text{,}\) dengan tidak ada dua simpul di
\(A\) yang bertetangga dan tidak ada dua simpul di
\(B\) yang bertetangga. Simpul-simpul di
\(A\) dapat bertetangga dengan sebagian atau seluruh simpul di
\(B\text{.}\) Jika setiap simpul di
\(A\) bertetangga dengan seluruh simpul di
\(B\text{,}\) graf tersebut merupakan
graf bipartit lengkap dan diberi nama khusus:
\(K_{m,n}\text{,}\) dengan
\(|A| = m\) dan
\(|B| = n\text{.}\)
Graf Bernama.
Beberapa graf digunakan lebih sering daripada graf lainnya dan diberi nama khusus.
-
\(K_n\)
Graf lengkap dengan
\(n\) simpul.
-
\(K_{m,n}\)
Graf bipartit lengkap dengan himpunan yang masing-masing memiliki
\(m\) dan
\(n\) simpul.
-
\(C_n\)
Siklus pada
\(n\) simpul, yakni satu putaran besar.
-
\(P_n\)
Lintasan pada
\(n+1\) simpul (jadi memiliki
\(n\) sisi), yakni satu lintasan panjang.
Definisi Teori Graf.
Ada banyak definisi yang perlu diingat dalam teori graf. Berikut adalah glosarium istilah yang telah kita gunakan dan akan segera kita jumpai.
- Graf
Kumpulan
simpul, yang sebagian di antaranya dihubungkan oleh
sisi. Lebih tepatnya, pasangan himpunan
\(V\) dan
\(E\text{,}\) dengan
\(V\) sebagai himpunan simpul dan
\(E\) sebagai himpunan subhimpunan dua unsur dari
\(V\text{.}\)
- Bertetangga
Dua simpul
bertetangga jika keduanya dihubungkan oleh sebuah sisi. Dua sisi
bertetangga jika keduanya berbagi sebuah simpul.
- Graf bipartit
Graf yang simpul-simpulnya dapat dibagi menjadi dua himpunan saling lepas sedemikian sehingga tidak ada sisi di antara dua simpul dalam himpunan yang sama.
- Graf bipartit lengkap
Graf bipartit yang setiap simpul dalam himpunan pertama bertetangga dengan setiap simpul dalam himpunan kedua.
- Graf lengkap
Graf yang setiap pasangan simpulnya bertetangga.
- Terhubung
Suatu graf disebut
terhubung jika terdapat lintasan dari setiap simpul ke setiap simpul lainnya.
- Bilangan kromatik
Banyaknya warna minimum yang diperlukan dalam pewarnaan simpul yang tepat pada graf.
- Siklus
Lintasan (lihat di bawah) yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama, tetapi tidak memuat simpul berulang lainnya.
- Derajat simpul
Banyaknya sisi yang bersisian dengan sebuah simpul.
- Jejak Euler
Perjalanan yang menggunakan setiap sisi tepat satu kali.
- Sirkuit Euler
Jejak Euler yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama.
- Multigraf
Sebuah
multigraf serupa dengan graf, tetapi dapat memuat beberapa sisi di antara dua simpul serta gelang satu sisi (yaitu sisi dari suatu simpul ke dirinya sendiri).
- Lintasan
Sebuah
lintasan adalah perjalanan yang tidak mengulangi simpul (atau sisi) apa pun, kecuali mungkin simpul pertama dan terakhir. Jika suatu lintasan berawal dan berakhir pada simpul yang sama, lintasan itu disebut
siklus.
- Planar
Graf yang dapat digambar (pada bidang) tanpa ada sisi yang berpotongan.
- Subgraf
Kita mengatakan bahwa
\(H\) merupakan
subgraf dari
\(G\) jika setiap simpul dan sisi
\(H\) juga merupakan simpul atau sisi
\(G\text{.}\) Kita mengatakan
\(H\) merupakan subgraf
terinduksi dari
\(G\) jika setiap simpul
\(H\) merupakan simpul
\(G\) dan setiap pasangan simpul di
\(H\) bertetangga di
\(H\) jika dan hanya jika keduanya bertetangga di
\(G\) .
- Pohon
Graf terhubung tanpa siklus. (Jika kita menghilangkan syarat bahwa graf harus terhubung, graf tersebut disebut
hutan.) Simpul-simpul dalam pohon yang berderajat 1 disebut
daun.
- Pewarnaan simpul
Pemberian warna kepada setiap simpul suatu graf. Pewarnaan simpul disebut
tepat jika simpul-simpul yang bertetangga selalu diberi warna berbeda.
- Perjalanan
Barisan simpul sedemikian sehingga simpul-simpul yang berurutan (dalam barisan) bertetangga (dalam graf). Perjalanan yang tidak mengulangi sisi disebut
jejak, dan jejak yang tidak mengulangi simpul (kecuali mungkin simpul pertama dan terakhir) disebut
lintasan.