Contoh 1.3.12.

Perhatikan dua pernyataan berikut,
\begin{equation*} \forall x (P(x) \vee Q(x)) \qquad \qquad \forall x P(x) \vee \forall x Q(x)\text{.} \end{equation*}
Apakah keduanya ekuivalen secara logis?
Penyelesaian.
Pernyataan-pernyataan ini TIDAK ekuivalen secara logis. Secara intuitif, pernyataan di sebelah kiri menyatakan bahwa setiap objek merupakan objek-\(P\) atau objek-\(Q\text{.}\) Pernyataan di sebelah kanan menyatakan bahwa setiap objek merupakan objek-\(P\text{,}\) atau setiap objek merupakan objek-\(Q\text{.}\) Keduanya terasa berbeda.
Untuk memastikannya, kita ingin menentukan predikat \(P(x)\) dan \(Q(x)\) serta suatu semesta pembicaraan sedemikian sehingga salah satu pernyataan benar dan yang lain salah. Misalkan \(P(x)\) adalah “\(x\) genap” dan \(Q(x)\) adalah “\(x\) ganjil.” Semesta pembicaraan kita adalah semua bilangan bulat (karena pada himpunan bilangan inilah sifat genap dan ganjil bermakna).
Pernyataan di sebelah kiri benar! Setiap bilangan genap atau ganjil. Namun, apakah setiap bilangan genap? Tidak. Apakah setiap bilangan ganjil? Tidak. Jadi, pernyataan di sebelah kanan salah (pernyataan itu berbentuk salah atau salah).
Menariknya, pernyataan di sebelah kanan mengimplikasikan pernyataan di sebelah kiri. Artinya,
\begin{equation*} (\forall x P(x) \vee \forall x Q(x)) \imp \forall x (P(x) \vee Q(x)) \end{equation*}
selalu benar.
Hal ini mirip dengan tautologi, meskipun istilah itu kita khususkan untuk kebenaran niscaya dalam logika proposisional. Pernyataan dalam logika predikat yang niscaya benar mendapat sebutan yang lebih bergengsi, yaitu hukum logika (atau terkadang sahih secara logis, tetapi sebutan itu kurang menarik).
dalam konteks