Paragraf

Karena \(\det(A A^\transpose) = \det(I) = 1\) dan \(\det(A) = \det( A^\transpose )\text{,}\) determinan setiap matriks ortogonal bernilai \(1\) atau \(-1\text{.}\) Perhatikan vektor-vektor kolom
\begin{equation*} {\mathbf a}_j = \begin{pmatrix} a_{1j} \\ a_{2j} \\ \vdots \\ a_{nj} \end{pmatrix} \end{equation*}
dari matriks ortogonal \(A= (a_{ij})\text{.}\) Karena \(AA^\transpose = I\text{,}\) \(\langle {\mathbf a}_r, {\mathbf a}_s \rangle = \delta_{rs}\text{,}\) dengan
\begin{equation*} \delta_{rs} = \begin{cases} 1 & r = s \\ 0 & r \neq s \end{cases} \end{equation*}
merupakan delta Kronecker. Dengan demikian, semua vektor kolom suatu matriks ortogonal mempunyai panjang \(1\text{;}\) dan hasil kali dalam Euklides dari vektor-vektor kolom yang berbeda bernilai nol. Setiap himpunan vektor yang memenuhi sifat-sifat ini disebut himpunan ortonormal. Sebaliknya, jika diberikan matriks \(n \times n\) \(A\) yang kolom-kolomnya membentuk himpunan ortonormal, maka \(A^{-1} = A^\transpose\text{.}\)
Dalam Konteks